Home / Gema Sriwijaya / Alih Fungsi Lahan Pertanian Dapat Dipidana

Alih Fungsi Lahan Pertanian Dapat Dipidana


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Tohirin SP Kadis Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musirawas. (foto-istimewa)

Musirawas, KoranSN

Pemerintah Kabupaten Musirawas akan memberikan sanksi tegas bagi oknum yang melakukan alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan. Bahkan, sanksi pidana minimal 3 tahun dan denda miliran rupiah diterima bagi para pelaku.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musirawas, Tohirin SP, Rabu(16/1/2019).

“Sanksi ini sesuai dengan tertuang dalam Peraturan
Daerah (Perda) Kabupaten Mura No.3 Tahun 2018 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB),” ujarnya.

Jadi sambungnya, sejak diterbitkannnya Perda tersebut pada tertanggal 15 Februari 2018 lalu, tidak ada alasan bagi para pelaku memberikan argumantasinya.

Untuk menerapkan Perda ini secara maksimal, Pemeritah Kabupaten Musirawas kedepan akan memebentuk tim pengendalian dan
pengawas yang terdiri dari Kodim, polisi, jaksa, Disnakan, pertanahan,Bapeda, PUCK yang diketuai oleh Sekda.

Baca Juga :   Lurah Gunung Ibul Himbau Warga Buat Sertifikat Hak Atas Tanah

“Tapi tidak serta merta langsung ditindak, ada teguran satu, teguran dua dan ketiga, untuk sekarang pemilik kebun dilakukan teguran satu, apabila tidak diindahkan bisa langsung pidana,”tegasnya.

Lanjutnya, jika Perda tersebut akan segera diterapkan, apabila terjadi aktivitas -aktivitas yang membuat lahan sawah bukan untuk menanam padi akan segera ditindak tegas.

Dijelaskannya, bahwa imbauan tegas diberikan kepada masyarakat dalam perlindungan terhadap lahan pertanian sawah. Sebab, jika terjadi alih fungsi lahan persawahan berdampak besar mengurangi lahan tanam padi dan berimbas pada produktivitas padi serta beras.

Apalagi Musirawas salah satu daerah lumbung pangan nasional yang harus dipertahankan.

Baca Juga :   Penyalahgunaan Narkoba Semakin Memprihatinkan

Sementara itu Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Mura, Catur mengakui, jika alih fungsi lahan dari sawah menjadi kebun bunga masuk dalam tahap menghawatirkan.

“Sekarang masuk dalam tahap menghawatirkan, luas tanam kita sekarang mulai berkurang, itu harus dikembalikan lagi,” ujarnya usai rapat sosialisasi penerapan Perda Kabupaten Musirawas No. 3 Tahun 2018, di ruang rapat Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musirawas, Muara Beliti.

Menurutnya, tanaman bunga dari segi wisata memang sangat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, bayangkan saja hanya modal Rp Rp 5 juta bisa menghasilkan Rp 150 juta.

“Namun disatu sisi secara luas tanam persawahan makin berkurang. Bahkan, saat ini lahan persawahan berkurang 10 persen akibat alih fungsi ke berbagai bentuk, baik pertanian dan bangunan,” ujarnya. (rif)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bupati Banyuasin H Askolani Terima Sabuk Hitam Taekwondo Indonesia

Banyuasin, KoranSN Bupati Banyuasin H Askolani menerima sabuk hitam Taekwondo Indonesia. Penghargaan ini diberikan Pengurus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.