Aliyah Tewas Usai Kepalanya Dihantam Batu Bata

 TEWAS- Tampak adegan rekonstruksi saat tersangka 'MA' melemparkan batu bata hingga mengenai kepala korban Aliyah Amira Rosa.

TEWAS – Tampak adegan rekonstruksi saat tersangka ‘MA’ melemparkan batu bata hingga mengenai kepala korban Aliyah Amira Rosa. (foto-dedy/koransn.com)

 

Palembang, KoranSN

Aliyah Amira Rosa (14), warga Jalan Iswahyudi RT 18 RW 04 Kelurahan Srimulya Kecamatan Sematang Borang Pelembang, tewas usai kepalanya dihantam batu bata oleh tersangka ‘MA’ (15).

Hal tersebut terungkap, saat aparat kepolisian Polsek Sako menggelar rekonstruksi tewasnya korban, Kamis (17/11/2016) di depan Kantor Mapolsek Sako, yang menghadirkan dua tersangka yakni; tersangka ‘MA’, warga Jalan Pelitajaya Lorong Nusantara III RT 22  Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni dan tersangka ‘RS’ (15), warga Jalan Nusaindah Kalidoni.

Dalam rekonstruksi yang diperagakan sebanyak 12 adegan tersebut, korban diperankan oleh Polwan Polsek Sako. Sedangkan untuk dua rekan korban yang saat kejadian bersama korban yakni, ‘NU’ (14) dan ‘FA’ (15) juga dihadirkan dalam rekonstriksi tersebut.

Pantauan di lapangan, kejadian tersebut terjadi saat korban Aliyah Amira Rosa membonceng dua rekannya, ‘NU’ dan ‘FA’ atau berboceng bertiga mengendarai satu unit sepeda motor melintas Jalan Siaran Sako.

Kemudian, sepeda motor yang dikendarai korban memotong sepeda motor dikendarai oleh tersangka ‘RS’ dan tersangka ‘MA’.

Diduga kedua tersangka tidak senang karena korban memotong laju sepeda motor, hingga membuat tersangka ‘MA’ yang diboceng oleh tersangka ‘RS’ menendang saksi ‘FA’ yang saat itu duduk di bagian belakang, diboceng oleh korban Aliyah Amira Rosa.

Dalam adegan ketiga, tampak tersangka ‘MA’ dan ‘RS’ turun lalu menunjuk kepada para korban. Melihat kejadian tersebut, membuat korban Aliyah Amira Rosa menyerahkan kemudi sepeda motor kepada saksi ‘FA’.

Baca Juga :   Dua Kali Yessi Nekat Terjun dari Jembatan Ampera

Sehingga posisi korban di sepeda motor yang awalnya sebagai pengendara kini duduk di tengah, dihimpit oleh saksi ‘FA’ yang mengendarai sepeda motor dan saksi ‘NU’ yang duduk di belakang, lalu sepeda motor kembali melaju.

Lalu, dalam adegan ke empat, tersangka ‘MA’ dan ‘RS’ mengejar korban dan mendahuli laju kendaraan korban, yang kemudian kedua tersangka menunggu korban di Simpang Jalan Siran Sako.

Di lokasi inilah, kedua tersangka menunggu korban untuk menghadang. Dalam adegan ke tujuh, tersangka ‘MA mengambil batu bata yang ada di pingir jalan. Lalu, ‘MA’ bersama tersangka ‘RS’ berdiri di pinggir jalan.

Disaat korban melintasi lokasi kejadian, ketika itulah tersangka ‘MA’ melemparkan batu bata hingga mengenai kepala korban Aliyah Amira Rosa.

Bahkan akibat lemparan batu tersebut, sepeda motor korban terjatuh. Melihat ketiga korban terjatuh, lalu tersangka ‘MA’ dan ‘RS’ kabur dari lokasi kejadian.

Warga setempat yang melihat ketiga korban terjatuh, langsung memberikan pertolongan. Namun dikarenakan dari ketiga korban, korban Aliyah Amira Rosa yang lukanya cukup parah sehingga korban pun dibawa ke Rumah Sakit Hermiah Palembang. Namun sayangnya, korban akhirnya meninggal dunia karena mengalami pendarahan di bagian kepalanya.

Usai rekonstruksi dilakukan, Joni Ali (47) dan Hafsah Muahlia (47), yang merupakan ayah dan ibu korban Aliyah Amira Rosa meminta agar pihak kepolisian menjatuhkan hukuman berat kepada kedua tersangka.

Baca Juga :   Polisi Bongkar Gudang Miras Tanpa Izin di Lahat

“Kami minta agar kedua tersangka dihukum berat, anak saya meninggal dunia akibat perbuatan tersangka,” ujar orang tua korban.

Sementara Kapolsek Sako, Kompol Hilal megatakan, kedua tersangka ditangkap menindaklanjuti laporan dari keluarga korban.

Dikatakan Kapolsek, hasil dari penyelidikan diketahui kejadian tewasnya korban terjadi disebabkan tersangka ‘MA’ dan tersangka ‘RS’ salah pahan dikarenakan kendarannya dipotong oleh kendaraan yang dikendarai korban bersama dua saksi, yang merupakan teman korban.

“Dari itulah, tersangka mengejar lalu melempar batu bata hingga batu bata tersebut mengenai kepala korban Aliyah Amira Rosa, berakibat kepala korban terluka dan korbanpun meninggal dunia,” ujar Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, saat ini kedua tersangka telah diamankan di Mapolsek Sako untuk proses hukum selanjutnya.

“Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak Pasal 80 ayat 2 dan ayat 3 yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegas Kapolsek. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …