Angin Kencang, Belasan Atap Rumah di Empat Lawang Melayang

Salahsatu rumah warga yang parabolanya patah akibat angin kencang. (foto/Fahlevi)
Salahsatu rumah warga yang parabolanya patah akibat angin kencang. (foto/Fahlevi)

Empat Lawang, KoranSN

Akibat hujan deras disertai angin kencang, belasan atap rumah dan parabola warga perumahan Griya Tebing Pratama (GTP) Talang Banyu Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang rusak parah. Peristiwa ini terjadi, Minggu (9/10/2016) sekitar pukul 17.00 WIB.

Edi Wijaya, Ketua RT setempat menerangkan, selain atap rumah melayang dan para bola yang patah, sejumlah pohon juga tumbang.

“Setelah kejadian itu, warga langsung sigap gotong royong membantu rumah warga yang atapnya rusak dan terbuka, sehingga air tidak masuk dan membanjiri rumah. Kalau dihitung ada belasan rumah yang atapnya terbuka, tapi yang parah cuma ada satu, yakni rumah milik Indra, atap teras terbang dan roboh,” ungkapnya saat ditemui, Senin (10/10/2016).

Camat Tebing Tinggi Syafei Marzuki mengaku belum menerima laporan, namun pihaknya mengetahui hujan deras dan angin kencang yang melanda ibu kota Kabupaten Empat Lawang, kemarin. Bahkan ia mengaku beberapa pohon di rumahnya turut roboh.

Baca Juga :   Banyuasin Terima Penghargaan IRSA 2017

“Belum ada laporan, namun memang anginnya waktu itu kencang, pohon di rumah saya saja turut roboh,” kata Syafei,

Syafei menghimbau warga untuk lebih waspada, apalagi ketika hujan turun agar terhindar dari bahaya. “Bisa jadi atap rumah berterbangan, makanya kita harus lebih waspada dan jangan keluar rumah apabila hujan datang kecuali ada keperluan penting,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Empat Lawang, Khairullah mengimbau warga agar lebih waspada di musim penghujan saat ini. “Bencana kerap datang tiba-tiba, apalagi di titik rawan bencana baik bencana longsor maupun banjir. Misalnya, di Desa Terusan Baru, Baturaja Baru, Baturaja Lama dan Sugiwaras,” ungkapnya.

Lanjutnya, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) menjadi salahsatu daerah rawan banjir, khususnya Desa Padang Gelai, Muara Sindang dan Muara Rungga. Banjir terjadi akibat luapan dari Sungai Keruh yang merupakan sungai terbesar di Kecamatan Paiker.

Baca Juga :   Bahas Sengketa Aset dengan Pemkot Lubuklinggau, Bupati Mura Gelar Pertemuan dengan Kemendagri

Di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Empat Lawang juga rawan longsor, yakni di Kecamatan Talang Padang. Ulu Musi, Paiker, Lintang Kanan, Sikap Dalam dan Pendopo Barat.

“Sekarang sudah masuk musim penghujan, personil sudah disiapkan dan kami siaga 24 jam. Untuk sekarang masih aman-aman saja, mudah-mudahan tidak terjadi bencana seperti tahun sebelumnya,” harapnya. (foy)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Perpani OKI dan Dandim 0402 Latihan Panahan Bersama

Kayuagung, KoranSN Sejumlah atlet panahan binaan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) OKI dan Dandim 0402 OKI/OI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.