Angka Kemiskinan OKU Timur Terendah di Sumsel

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) OKU Timur, Mukti Riadi. (Foto-SN/Jhoni)

Martapura, KoranSN

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) OKU Timur, Mukti Riadi mengungkapkan dari data strategis pertumbuhan ekonomi daerah bumi Sebiduk Sehaluan selama pandemi Covid-19, diketahui OKU Timur masih level terendah angka kemiskinannya di Provinsi Sumsel atau di angka 10,43 persen. Angka ini sama dari tahun sebelumnya.

Sedangkan data strategis jumlah penduduk OKU Timur melalui Sensus, baik dilakukan melalui wawancara maupun secara online di tahun 2020 tercatat peningkatan pertumbuhannya mencapai di angka 649,8 persen atau jumlah penduduk OKU Timur saat ini mencapai 650.000 ribu jiwa.

“Artinya, terjadi pertumbuhan penduduk dinilai rata-rata 0,601 %, konsumsi pemerintah terkontraksi 6,90 %. Kontraksi konsumsi pemerintah terjadi untuk penurunan realisasi belanja barang dan jasa, belanja pegawai turun, dan bansos masih naik 55,87 %,” kata Mukti Riadi, Senin (22/2/2021).

Baca Juga :   Petugas Teladan Dinkes Muba Masuk Nominasi Terbaik Provinsi

“Pemerintah daerah hanya perlu kepastian untuk merencanakan pembangunan yang dibutuhkan yaitu melalui data yang berkualitas oleh karenanya kehadiran BPS walaupun pandemik Covid 19, namun BPS tetap harus bekerja untuk menghasilkan data yang bisa menjadi tolak ukur bagi pemerintah dalam hal untuk merencanakan, mengevaluasi dan mengontrol proses pembangunan,” katanya lagi menambahkan.

Terkait jumlah penduduk tahun 2020 melalui catatan Sensus, jumlah pertumbuhan penduduknya hingga 649,8 persen atau nyaris mencapai 650.000 kependudukan, dibanding tahun 2019 penduduk OKU Timur 643.000. Artinya, terjadi peningkatan pertumbuhan yang rata-rata mencapai 0,601%.

Baca Juga :   Pemkot Prabumulih Akhiri PSBB

“Alhamdulillah, capaian ini berkat upaya yang luar biasa dilakukan pemerintah didukung masyarakatnya, karena tetap menduduki di angka kemiskinan terendah pertama tingkat kabupaten/kota di Sumatera Selatan yaitu hanya 10,43% dan angka ini tidak berubah kondisinya di tahun 2019 atau sama di angka 10,43%,” kata Mukti.  HALAMAN SELANJUTNYA  >>

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Hari Pertama Kerja, Bupati OKUT Siapkan Program

OKUT, KoranSN Seusai dilantik oleh Gubernur Sumsel pada 26 Februari 2021 kemarin, Bupati OKU Timur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.