Home / Kesehatan / Angka Stunting Sumatera Selatan Diatas Nasional

Angka Stunting Sumatera Selatan Diatas Nasional

Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memberikan penjelasan gizi bayi untuk mencegah kegagalan tumbuh kembang anak (stunting) saat kegiatan Posyandu balita. (foto-antaranews)

Palembang, KoranSN

Angka stunting di Sumatera Selatan tercatat cukup tinggi, bahkan melebihi angka nasional berdasarkan Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI pada 2018.

Angka stunting di Sumatera Selatan tercatat 31,7 persen, sementara nasional 30,8 persen untuk kategori anak di bawah lima tahun (balita).

Sementara untuk kategori anak di bawah dua tahun tercatat 29,8 persen sementara nasional tercatat 29,9 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan Lesty Nuraini di Palembang, Kamis (7/11/2019), mengatakan tingginya angka stunting di Sumsel dikarenakan banyak faktor, di antaranya kurangya asupan gizi dan status kesehatan.

Sedangkan penyebab tidak langsung antara lain ketahanan pangan, lingkungan sosial (pola pemberian makan bayi dan anak, higiene, pendidikan, tempat kerja), lingkungan kesehatan, lingkungan pemukiman (air, sanitasi, kondisi bangunan).

Baca Juga :   Ini Gejala Ringan Malaria yang Harus Diwaspadai

Dia mengatakan, salah satu penyebab stunting di bidang kesehatan karena masih tingginya ibu hamil anemia, masih ada bumil kurang energi kronis, masih rendahnya pemanfaatan ASI eksklusif, kurang beragamnya konsumsi makanan pendamping ASI (MP ASI) pada anak 6-23 bulan, serta masih adanya balita kurus,

“Intervensi yang harus dilakukan harus spesifik pula baik bidang kesehatan maupun non kesehatan berdasarkan penyebabnya,” kata dia.

Ia mengatakan untuk menekan angka stunting di Sumsel ini berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, di antaranya, di bidang kesehatan, pemerintah sudah berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak kehamilan sampai dengan anak berusia dua tahun.

Baca Juga :   Punya Riwayat Radang Usus? Hati-hati, Jauhi Gorengan

Selain itu menerapkan sejumlah inovasi, adapun inovasi yang sudah dilakukan Sumsel yakni revitalisasi posyandu dan pembentukan duta cegah stunting.

Ada tiga komponen utama penanggulangan stunting adalah pola asuh, pola makan, air bersih dan sanitasi, kata dia.

Pemprov Sumsel juga memberikan bantuan tahun ini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stunting, dalam bentuk pengadaan pemberian makanan pada ibu hamil kurang energi kronis (KEK) pada dua kabupaten lokasi fokus stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Muara Enim.

Pada 2020, pemrprov akan mengganggarkan dana untuk enam kabupaten dan kota prioritas yakni di OKI, Muara Enim, Ogan Ilir, Lahat, Banyuasin dan Palembang.

“Upaya penanganan stunting bukan hanya dari pemerintah saja, kami juga selalu mengimbau agar masyarakat juga aktif berpartisipasi dalam membawa anak balitanya untuk pemantauan tumbuh kembang secara teratur,” kata dia. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pelajar Diajak Tidak Takut Konsumsi Telur Ayam

Kediri, KoranSN Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengajak warga, terutama pelajar untuk tidak takut makan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.