Home / Lacak / Angkut Puluhan Kayu Tembesu, Sopir & Kernet Truk Diamankan

Angkut Puluhan Kayu Tembesu, Sopir & Kernet Truk Diamankan

Tampak kayu yang dimuat di dalam truk saat diamankan di Mapolda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Gara-gara mengangkut 70 balok kayu jenis Tembesu menggunakan truk tiga warga Muba yakni, Kamis Tiwa (41), selaku sopir truk dan dua kernetnya, Andre (27) dan Deden (28) kini diamankan di Polda Sumsel.

Selain diamankan ketiganya juga diperiksa penyidik Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Sumsel. Bahkan dalam pemeriksaan tersebut penyidik juga memeriksa pemilik kayu yaitu, Dedi (36), warga Desa Teluk Kecamatan Lais Kabupaten Muba.

Kabid Humas Polda Sumsel, Slamet Widodo membenarkan adanya truk muatan kayu bersama sopir dan dua kernet asal Muba yang kini diamankan di Polda Sumsel.

“Benar ada sopir dan dua kernet yang diamankan karena truk mereka memuat kayu. Namun belum ada tersangkanya dan kini sopir serta kernet tersebut masih diperiksa penyidik Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Sumsel,” katanya.

Masih diungkapkan Slamet, truk bersama sopir dan kernet tersebut awalnya diamankan oleh TNI kemudian diserahkan ke Polda Sumsel.

“Jadi ini serahan dari rekan kita TNI. Dari itulah saat ini kita masih melakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Sementara Kuasa hukum sopir truk dan kernet yang diamankan di Polda Sumsel, Dodi IK mengatakan, jika kayu yang dimuat di dalam truk tersebut merupakan kayu yang dibeli dari kebun milik masyarakat di Desa Teluk Kecamatan Lais Kabupaten Muba. Bahkan dalam mengakut kayu-kayu tersebut ada surat keterangan dari Kades setempat.

Baca Juga :   Spesialis Curanmor Asal Muba Dibekuk Polsek Talang Ubi

“Di truk tersebut ada 70 kayu Tembesu milik Dedi warga Muba untuk dibawa ke Palembang guna dijadikan bahan dasar membuat lemari hias khas Palembang. Kemudian, Senin malam (30/4/2018) pukul 21.00 WIB saat truk di perjalanan menuju Palembang, tepatnya di kawasankan Talang Betutu, truk, sopir dan kernet diamankan petugas lalu dibawa ke Polda Sumsel ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, dirinya belum dapat mengetahui pasti mengapa truk bersama sopir dan kernet tersebut sampai diamankan.

“Kami belum tahu apa indikasinya diamankan, karena masih dalam pemeriksaan polisi. Namun yang jelas kayu-kayu yang diangkut itu dibeli dari warga yang mengambil kayu di kubu-kebun milik masyarakat. Selain itu untuk mengakut kayu menggunakan truk, ada surat keterangan dari Kades,” jelasnya.

Baca Juga :   Curi Motor, Cik Bung Dibui

Sedangkan sopir truk yang diamankan, Kamis Tiwa menambahkan, jika ia dan dua karnetnya hanya mendapat upah Rp 1 juta apabila kayu yang dimuat di dalam truk yang dikendarainya sampai ke tempat tujuan.

“Kami tidak tahu mengapa sampai diamankan di Polda Sumsel ini, padahal kami memiliki surat keterangan dari Kades dan kayu-kayu yang kami bawa ini dibeli dari masyarakat. Sudah tiga kali ini saya membawa kayu dari Muba, namun yang terkahir kami diamankan,” ungkapnya.

Dedi selaku pemilik 70 balok kayu yang diangkut oleh truk yang diamankan mengungkapkan, semua kayu tersebut dibelinya dari masyarakat seharga Rp 700 ribu.

“Kayu-kayu ini saya beli dari masyarakat di Desa Teluk Muba kemudian hendak dijual ke Palembang untuk bahan dasar membuat lemari khas Palembang.

Awalnya kayu ini merupakan pohon yang tumbuh di kebun-kebun milik masyarakat, kemudian pohon itu dipotong lalu digesek pakai mesin pemotong hingga menjadi balok kayu. Setelah itu, warga menjualnya kepada saya. Setelah banyak terkumpul barulah saya menjualkan kayu tersebut,” tandasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Motor Masuk Kolong Truk, Guru Patah Kaki

Lubuklinggau, KoranSN Pengendara motor yakni Yesi Lediana (35), PNS guru, warga Jalan Sudirman Kelurahan Jogoboyo …