Aniaya Siswa Hingga Tewas, Obby Pembina MOS SMA Taruna Palembang Divonis 7 Tahun Penjara

Terdakwa Obby Frisman Arkataku saat menjalani sidang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang, Rabu (26/2/2020) menjatuhkan putusan atau vonis 7 tahun penjara kepada terdakwa Obby Frisman Arkataku (24), yang merupakan pembinan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia Palembang yang menganiaya salah satu siswa berusia 16 tahun hingga mengakibatkan korban tewas.

Ketua Majelis Hakim, Abu Hanifah SH MH saat membacakan putusan dalam persidangan mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti serta fakta-fakta dalam persidangan pihaknya menilai jika perbuatan terdakwa Obby Frisman Arkataku terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Dengan ini kami Majelis Hakim mengadili, terdakwa Obby Frisman Arkataku dengan hukuman 7 tahun penjara. Selain itu terdakwa juga di denda Rp 1 miliar atau subsider kurungan 6 bulan,” tegas Hakim.

Masih dikatakan Hakim, dalam perkara ini terdakwa yang merupakan pembina MOS terbukti menganiaya korban menggunakan sebatang bambu saat korban yang merupakan siswa baru di SMA Taruna Indonesia Palembang sedang mengikuti kegiatan masa orientasi siswa.

“Oleh karena itu perbuatan terdakwa Obby Frisman Arkataku terbukti melanggar Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 huruf (c) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Hakim, putusan atau vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa juga berdasarkan hal yang memberatkan dan hal yang meringankan.

Baca Juga :   Pencuri 30 Ban Serep Truk Ditangkap

“Adapun hal memberatkan yakni terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit di persidangan dan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana kekerasan terhadap korban yang masih di bawah umur. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa memperbaiki dirinya selama di tahanan guna menjalani proses persidangan,” terangnya.

Dilanjutkan Hakim, dengan telah dijatuhkan putusan atau vonis tersebut maka terdakwa bersama kuasa hukum dan Jaksa Penutut Umum (JPU) dapat melakukan langkah hukum yakni banding atau pikir-pikir, atau menerima vonis terdakwa tersebut.

“Terdakwa dan JPU memiliki waktu 7 hari sebelum putusan atau vonis ini inkrah (memiliki kekuatan tetap) untuk menyatakan menerima atau banding. Dengan ini sidang ditutup,” ujar Ketua Majelis Hakim sembari mengetuk palu menutup persidangan.

Usai menjalani sidang vonis, terdakwa Obby Frisman Arkataku terlihat menangis dan memeluk keluarganya. Setelah itu Obby digiring petugas kejaksaan ke sel tahanan sementara di PN Palembang, yang kemudian dibawa ke Rutan Pakjo Kelas I A Palembang.

Sementara itu pada persidangan tersebut juga dihadiri pihak keluarga dari korban. Tampak usai persidangan, ibu dari korban juga telihat shock dan menangis hingga digandeng pihak keluarga untuk berjalan keluar dari ruang siang.
JPU Kejari Palembang, Indah Kumala Dewi usai persidangan mengatakan, terkait vonis Majelis Hakim kepada terdakwa pihaknya selaku Jaksa Penutut Umum menyatakan pikir-pikir.

Baca Juga :   1 Tahun Abu Jakfar Jadi Target Densus Anti Teror

“Kita masih pikir-pikir, sebab kami mau melaporkan dulu kepada atasan. Akan tetapi vonis terdakwa sebenarnya sudah sama dengan tuntutan kami yang pada sidang sebelumnya telah dibacakan di persidangan,” ungkapnya.

Sedangkan Suwito Winato selaku kuasa hukum terdakwa Obby Frisman Arkataku mengungkapkan, jika pihaknya akan melakukan upaya hukum.

“Terkait vonis hakim tersebut tentunya kami selaku kuasa hukum akan melakukan upaya hukum. Jadi, kami belum menerima vonis tersebut, dan kami tetap dengan pledoi (pembelaan) yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya, dimana dalam perkara ini Obby Frisman Arkataku tidaklah bersalah,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa yang mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia Palembang, Sabtu lalu (13/7/2019) meninggal dunia. Kemudian jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari kejadian tersebut penyidik Sat Reskrim Polresatabes Palembang melakukan olah TKP, rekonstruksi dan penyelidikan. Hasilnya terungkap jika tersangka penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, yakni Obby Frisman Arkataku selaku pembina dalam kegiataan MOS tersebut. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Komplotan Bobol Rumah di Sukarami Diringkus

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Sat Reskrim Polsek Sukarami meringkus tiga pelaku yang merupakan komplotan bobol …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.