Rabu , Januari 23 2019
Home / Nasional / April, Kampus di Indonesia Terapkan Pengajaran Daring

April, Kampus di Indonesia Terapkan Pengajaran Daring

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir di Malang, Jawa Timur, pada Selasa, 13 Maret 2018. (foto-net/vivanews.com)

Malang, KoranSN

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atau Kemenristek Dikti sedang merancang sistem perkuliahan di perguruan tinggi melalui sistem daring atau online. Metode itu sebagai alternatif perkuliahan dengan tatap muka antara dosen dengan mahasiswa di kelas.

Sistem perkuliahan daring akan diuji coba dan diterapkan pada bulan April 2018. Semua perguruan tinggi di bawah naungan Kemenristek Dikti dipersilakan menggunakan sistem itu di kampus masing-masing.

“Kami sudah siapkan nanti bulan April akan keluar. Semua kampus boleh menggunakan sistem ini. Kami persilakan jika ingin menggunakan media daring ini,” kata Menristek Dikti, Mohamad Nasir di Malang, Jawa Timur, Selasa (13/3/2018).

Baca Juga :   AHY Berikan Kuliah Umum Kepada 3000 Mahasiswa UIN Suska

Kurikulumnya disesuaikan masing-masing kampus. Sementara metode daringnya disiapkan oleh Kemenristek Dikti. Kebijakan itu pada pokoknya bertujuan mengefektifkan perkuliahan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Menurut Nasir, perguruan tinggi di Indonesia harus mulai mengantisipasi atau bersiap-siap dengan sistem perkuliahan daring seiring perkembangan global. Hampir semua bidang kehidupan sekarang telah memanfaatkan teknologi informasi, begitu pula seharusnya dunia kampus.

“Dengan cara bagaimana sistem perkuliahan ke depan, itu ada yang dikembangkan dengan model daring, di samping di kelas. Karena sementara ini kita keterbatasan dalam sumber daya manusia, terbatas dalam insfrastuktur. Maka teknologi informasi atau media daring, (perkuliahan) dari jarak jauh harus kita lakukan,” ujarnya menjelaskan.

Baca Juga :   Menyusul Bupati Jombang, Plt Kadinkes Juga Ditahan KPK

Manfaat metode pembelajaran daring bagi perguruan tinggi adalah satu dosen bisa langsung mengajar ratusan mahasiswa dari berbagai kelas dengan mata kuliah yang sama. “Tidak terbatas satu kelas. Tujuannya bisa mencakup seluruhnya, dan mutu harus tetap kita jaga,” katanya.

Kemenristek Dikti telah membentuk tim yang disebut Cyber University. Tim itu diberi wewenang mengkaji ulang mata kuliah yang diberikan dosen kepada mahasiswa dengan pengajaran daring, meliputi standar perkuliahan, hasil perkuliahan, kualitas pengajaran, dan lain-lain. “Jika peraturan menteri sudah keluar, perguruan tinggi nanti akan mengajar dengan media daring.” (viva.co.id)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BMKG: Teknologi akan Selalu Kalah dengan Alam

Jakarta, KoranSN Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, mengatakan 90 persen tsunami disebabkan ...