AQOR Penuhi Panggilan Panwaslu OKI

Calon Bupati (Cabup) OKI, Azhari Effendi ketika diklarifikasi Panwaslu. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Setelah muncul rilis yang dikeluarkan Bawaslu RI pada Senin (23/3/2018) lalu, akhirnya pasangan Cabup dan Cawabup OKI periode 2019-2024 nomor urut 3, Azhari Efendi-Qomaruszaman (AQOR) mendatangi Panwaslu OKI, Senin (26/3/2018).

Isi rilis Bawaslu RI itu menyebutkan, AQOR diduga melanggar PKPU Nomor 8/2015 tentang Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) karena dana kampanye sumbangan dari pihak ketiga melebihi jumlah yang ditetapkan penyelenggara Pilkada.

AQOR datang ke Sekretariat Panwaslu OKI pukul 10.15 WIB didampingi beberapa simpatisan dan pendukung. Mereka diterima langsung Ketua Panwaslu OKI M Fahrudin SH dan Hadi Irawan SHi (komisioner) dan langsung dilakukan pemeriksaan untuk klarifikasi. Pukul 12.30 WIB, rombongan meninggalkan Panwaslu.

Fahrudin didampingi Hadi Irawan menjelaskan, pihaknya memanggil AQOR untuk mengklarifikasi rilis dari Bawaslu RI. Rilis itu menyebutkan, AQOR telah mendapat dana sumbangan dari pihak swasta sebesar Rp1.640.000.000 sehingga melanggar PKPU No 8 tahun 2015.

Baca Juga :   Singgahi Rumah 100 Tiang Hingga Makan Duku Bareng Warga

Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 Tahun 2015, sumbangan dana kampanye yang berasal dari badan hukum swasta dan partai maksimal sebesar Rp 750 juta. Sedangkan sumbangan dari pihak perseorangan maksimal sebesar Rp 75 juta.

“AQOR membenarkan telah menerima bantuan dana kampanye dari pihak perusahaan totalnya Rp 1.645.000.000. Namun jumlah ini bukan dari 1 perusahaan, tapi gabungan dari 5 perusahaan yang semua perusahaan masih milik Pak Azhari. Tertinggi perusahaan menyumbang Rp 545 juta dan terendah Rp 200 juta,” jelasnya.

Sambung Fahrudin, AQOR tidak melanggar PKPU Nomor 5/2015 karena PKPU itu menetapkan sumbangan pihak ketiga atau dari 1 perusahaan maksimal Rp 750 juta. Selanjutnya, Panwaslu OKI akan merekomendasikan KPU OKI agar menyampaikan surat ke AQOR untuk memperbaiki LADK.

Baca Juga :   Bursah-Parhan Silaturahmi dengan Masyarakat Lubuk Nambulan

Sebelumnya, Qomarus Zaman saat dikonfirmasi menjelaskan, nominal bantuan pihak ketiga yang AQOR laporkan ke KPU OKI sebelumnya itu secara global. Memang seharusnya kata dia, jika ada 5 perusahaan yang menyumbang, maka lembar form LADK-nya juga harus 5 lembar. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Didukung 9 Parpol, Ratna-Suwarti Harapkan Mesin Partai Bergerak Hingga ke Pelosok

Musirawas, koranSN Dukungan partai politik (Parpol) ke pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas …