Home / Gema Sriwijaya / Asep dan Ramadani Diduga Pasok Senpi Untuk Teroris

Asep dan Ramadani Diduga Pasok Senpi Untuk Teroris

AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari
AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari .FOTO-IST

Muaradua, KoranSN

Kapolres OKU Selatan AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Ujang Abdul Aziz, Selasa (23/8/2016) mengatakan, Asep Nurjaman dan Ramadani alias Mas Bram warga Muaradua OKUS yang diamankan Tim Densus 88 Anti Teor Mabes Polri diduga pemasok senjata api kepada dua terduga teroris Pujianto alias Anto dan Panji Kukuh yang sudah ditahan Densus 88 di Mako Brimob Kelapa Dua, sejak Maret silam.

Menurut Kapolres, karena itulah Asep Nurjaman dan Ramadani alias Mas Bram untuk sementara waktu lolos atau tidak terkait dari dugaan aksi terorisme. Karena tidak terkait jaringan teroris maka perkara keduanya saat ini ditangani dan sudah dilimpahkan ke Mapolres OKU Selatan.

“Dalam dugaan kasus ini keduanya kami kenakan Pasal  1 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Sebab setelah keduanya diperiksa selama seminggu ini, diduga keduanya turut serta dalam memasok senjata api kepada dua orang terduga teroris Pujianto alias Anto dan Panji Kukuh yang kini sudah ditahan Densus 88 di Mako Brimob Kelapa Dua,” kata Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres, bahkan sore kemarin tim Sat Reskrim dari Mapolres OKU Selatan telah meluncur ke Mako Brimob untuk memeriksa Punjianto dan Panji Kukuh.

“Punjianto dan Panji Kukuh akan diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres OKUS untuk menjadi saksi Asep Nurjaman dan Ramadani alias Mas Bram,” tandasnya.

Terpisah Bupati OKU Selatan Popo Ali B Commerce merasa bersyukur karena warganya yang tertangkap Tim Densus 88 tidak terlibat jaringan terorisme.

“Saya bersyukur, bahwa warga OKU Selatan yang selama ini diduga terindikasi terorisme ternyata bukan,” ujar Popo Ali.

Dilanjutkan Bupati, dengan adanya dugaan kasus yang membuat heboh warga ini, ia mengimbau agar kedepan jangan sampai ada masyarakat menghakimi yang bersangkutan dengan stigma teroris sebelum ada keterangan resmi dari pihak yang berwajib. Selain itu Pemkab OKU Selatan akan selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib dalam mengantisipasi guna menekan jaringan terorisme.

“Kamipun akan menjalin dan bekerjasama dengan lembaga keagamaan seperti MUI, ormas Islam dan juga Kementrian Agama demi terciptanya rasa aman rasa nyaman dari ancaman terorisme apapun di bumi serasan seandanan” tutup Bupati.

Diketahui, Tim Densus 88 Anti Teror Polri, Senin 15 Agustus 2016 pukul 17.45 WIB menangkap dan mengamankan Asep di kediamannya.
Berdasarkan informasi di lapangan penangkapan tersebut dilakukan di kawasan Tangga Batu Kelurahan Pasar Tengah Kecamatan Muaradua OKU Selatan.

Bahkan saat penangkapan membuat heboh warga yang menyaksikan kedatangan aparat menggunakan tiga unit kendaraan. Setiba di lokasi, petugas langsung mengepung rumah Asep yang lokasinya di jajaran pusat pertokoan Muaradua bercat biru bertuliskan Toko  Bordir dan Konveksi.

Kemudian aparat keamanan yang diperkirakan dari Mabes Polri ini menangkap Asep dan membawanya ke Mapolres OKUS.

Kamil, warga setempat mengutarakan, penggerebekan dilakukan oleh puluhan anggota polisi bersenjata lengkap mengenakan topeng. Polisi tersebut membawa mobil yang dipakir melintang di jalanan umum, kemudian langsung memasuki rumah menangkap Asep. (dan)

Publisher : Fitriyanti

Fitriyanti

Lihat Juga

Nopran Marjani Kunjungi Warga Desa Purworejo Kikim Timur

Lahat, KoranSN Usai bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Sukamakmur SP 3 Kecamatan Gumay Talang Lahat. H ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!