Home / Wisata / Asita Sumsel Minta Pemerintah Perhatikan Infrastruktur Wisata

Asita Sumsel Minta Pemerintah Perhatikan Infrastruktur Wisata

Asita Travel Fair Sumsel Deretan stan agen tour travel yang dikunjungi masyarakat pada Asita Travel Fair South Sumatera di atrium Palembang Icon, Sumsel, Jumat (25/4/2019). (Foto-Antaranews)

ASOSIASI Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Selatan meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota serius memperhatikan infrastruktur di destinasi wisata setempat.

Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asita Sumsel, Ari Afrizal di Palembang, Minggu, mengatakan infrastruktur yang kurang baik kerap jadi sasaran kritik tamu-tamu dari luar daerah dan berpotensi mengurangi kunjungan.

“Misalnya di Kota Palembang ada Al Quran Al-akbar, kondisi akses jalan menuju ke sana masih kurang baik, wisatawan sering mengeluh dan heran,” ujar Ari.

Baca Juga :   Aliran Sungai di Bendung Akan Dibongkar

Menurutnya Al Quran Al-akbar sebagai wisata religi telah menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara khususnya dari Malaysia, di Negeri Jiran tersebut Al Quran Al-akbar cukup familiar dan mendapat perhatian khusus.

Kendati Al Quran Al-akbar merupakan milik pribadi tokoh masyarakat setempat, namun devisa yang ikut masuk ke kantong pemerintah mengharuskan pemkot ikut andil, tampilan objek wisata dan akses jalan diupayakan selalu kondisi bagus.

Selain Al Quran Al-akbar, objek wisata Pulau Kemaro Palembang juga kerap menjadi sasaran kritik tamu-tamu wisata lantaran Sungai Musi dianggap kotor dan terdapat banyak sampah di sekitar pulau.

Baca Juga :   “Film Anak Kopi” Media Promosi Pariwisata Muara Enim

“Untuk di Sumsel, dua objek wisata itu yang menjadi sorotan wisatawan mancanegara karena agen-agen banyak membawa tamu ke lokasi itu, sedangkan objek wisata lain tidak terlalu dipermasalahkan,” jelas Ari.

Permasalahan tersebut harus segera direspon pemerintah sebab kunjungan wisata domestik dan mancanegara ke Provinsi Sumatera Selatan melalui agen perjalanan sedang mengalami penurunan drastis selama pemberlakuan kenaikan tiket pesawat.

“Di Sumsel ada 80 lebih agen perjalanan yang setiap hari membawa wisatawan masuk ke Sumsel, semuanya cenderung menjual destinasi di Sumsel ke luar negeri, jadi destinasi wisata harus optimal,” demikian Ari. (Antara/ags)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Desa Purwobinangun Kembangkan Wisata Religi Makam Syeh Jumadil Kubra

Sleman, KoranSN Pemerintah Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan wisata religi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.