Home / Politik dan Pemerintahan / Ayah Sakit, Tito Pulang Kampung

Ayah Sakit, Tito Pulang Kampung

bincang-santai-gubernur-alex-noerdin-berbincang-santai-bersama-kapolri-jendral-tito-karnavian-di-rumah-dinas-gubernur-jalan-demang-lebar-daun
FOTO-HUMAS-PEMPROV, Bincang Santai-Gubernur Alex Noerdin Berbincang Santai Bersama Kapolri Jendral Titi Karnavian di Rumah Dinas Gubernur Jalan Demang Lebar Daun.

Palembang,KoranSN
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pulang kampung ke Palembang. Tito tiba di Palembang lalu menginap di Hotel Arista sejak Minggu siang (11/9/2016), kemudian pada Senin pagi (12/9), Tito menuju ke kediaman ayahnya Achmad Saleh di Jalan Sambu Kapten Rivai Palembang.

Kedatangan Jenderal Bintang Empat ke Palembang yang  bertepatan dengan hari raya Idul Adha1437 H juga untuk melihat ayahnya Achmad Saleh yang telah satu minggu belakangan ini sakit dan dirawat di RSMH Palembang.

Informasi yang dihimpun, kemarin pagi Tito melaksanakan Shalat Idul Adha di halaman Polda Sumsel, seusai Shalat lalu Tito menyerahkan satu ekor sapi untuk dikurbankan ke Masjid Assa’adah Polda Sumsel.

Setelah itu Tito meninggalkan Polda Sumsel menuju kediaman ayahnya dan selanjutnya menuju rumah sakit untuk membesuk ayahnya Achmad Saleh.Berdasarkan pantauan Suara Nusantara, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin kemarin juga sempat mengunjungi RSMH Palembang untuk menjenguk ayah Kapolri sekaligus hendak bertemu dengan Tito. Namun ketika itu Kapolri tidak berada di tempat, hingga Gubernur Sumsel pun kembali pulang ke Griya Agung.

Kemudian pada pukul 11.30 WIB, mobil Alphard berplat BG 1 UH tanpa pengawalan terlihat mendatangi Griya Agung. Saat dikonfirmasi kepada salahsatu penjaga yang enggan menyebutkan namanya, membenarkan bahwa di dalam mobil Alphard tersebut membawa Kapolri Tito Karnavian. Namun pertemuan tersebut tertutup dan bersifat pribadi.

“Iya bener itu mobil yang membawa Kapolri, tapi pertemuan dengan Gubernur ini tertutup dan bersifat pribadi sehingga tidak dapat di ekspose,” singkatnya.
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 45 menit. Kemudian mobil Alphard tersebut keluar dari Griya Agung.

Diketahui selama di Palembang Tito tak mendapatkan pengawalan khusus seperti petugas Patwal yang menggiringi mobil yang ditumpanginya. Tito hanya terlihat menumpangi mobil bersama salah satu teman SMA yakni H Umar, sementara satu mobil lagi ditumpangi oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Tomsi Tohir dan Kasubdit Tipikor AKBP Hari Barata yang mendampingi Tito selama berada di Palembang.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, kedatangannya ke Palembang untuk melihat ayahnya yang sedang sakit dan kini dirawat di RSMH Palembang. Selain itu kepulangannya ke Palembang juga dipergunakannya untuk berkumpul dan mengunjungi keluarga dan teman-temannya.

“Setelah jadi Kapolri baru kali ini saya pulang kampung. Kalau dulu pernah tapi hanya sebentar dan saat itu belum jadi Kapolri atau baru pencalonan. Saya pulang, karena mau melihat Ayah yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit, untuk kondisi kesehatan beliau ya masih begitulah. Usai membesuk orang tua, kemudian saya ke tempat keluarga lainnya serta ke rumah teman saya Pak Umar,” kata Tito ditemui di rumah Achmad Saleh Jalan Sambu Kapten Rivai Palembang.

Lebih jauh Tito mengutarakan, pada kesempatannya datang ke Palembang, dirinya juga bertemu dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo untuk menyampaikan beberapa hal diantaranya, penindakan para pelaku aksi begal motor yang menjadi tantangan terbesar di Sumsel.

“Jadi, saya minta ke Kapolda Sumsel agar masalah begal ini menjadi atensi. Dimana pada prinsipnya dalam penanganan begal harus kita tangani secara keras dan jangan ragu-ragu. Artinya, jika pelaku begal melakukan tindakan yang membahayakan petugas dan masyarakat dengan menggunakan senjata api ataupun senjata tajam, apalagi jika korbannya sampai mati,

maka jangan segan-segan memberikan tindak tegas dengan menembak pelakunya. Tapi jika pelaku begal tidak menggunakan senjata, kemudian menyerah jangan diperlakukan dengan berlebihan,” tegas Tito.
Menurut Kapolri, sejauh ini langkah yang diambil Kapolda Sumsel dengan menembak ditempat bagi para pelaku begal merupakan langkah yang tepat. Tapi, itu hanya untuk pelaku begal yang melawan dan membahayakan saja.

“Kalau begalnya tidak membawa senjata dan menyerah ya jangan diberikan tindakan tegas,” tambah Kapolri.
Selain begal, lanjut Kapolri, peredaran senjata api rakitan (Senpira) sampai kini dinilainya masih banyak terdapat di Sumsel. Dari itu ia telah meminta kepada Kapolda Sumsel agar melakukan tindakan yang persuasif kepada para pemilik Senpira tersebut.

“Seperti dulu di Sekayu, Kapolres-nya mampu membangun hubungan baik sehingga senjata api rakitan diserahkan warga. Untuk itu harus dilakukan dengan cara persuasif tapi kalau masih saja tak bisa, barulah lakukan penegakan hukum,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolri, potensi konfilik masalah lahan dan kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi terjadi di Sumsel. Namun sampai saat ini untuk kebakaran hutan dan lahan tidak terlalu karena kini sedang ada fenomena ilnino, dimana uap air saat ini banyak terdapat di atas Indonesia sehingga banyak terjadi hujan.

“Sementara dalam proses penegakan hukumnya saya sudah membuat kebijakan dimana penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan tidak boleh dilakukan SP3 di Polda maupun Polres-Polres. Karena sebelum dilakukan SP3, harus dulu digelar perkaranya di Mabes Polri, karena dalam gelar tersebut kita melibatkan Kementrian KLH. Ini dilakukan jika ada pemberhentian kasus kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan perusahaan maka kita lebih terbuka,” paparnya.

Disingung terkait kendala saksi ahli dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan di Sumsel tahun 2015 yang diduga melibatkan perusahaan dan kini kasusnya ditangani Polda Sumsel? Dikatakan Tito, untuk saksi ahli memang banyak terdapat di Bogor dan Jakarta.

“Namun untuk hal ini tiga minggu lalu saya telah kumpulkan semua Kapolda untuk membahasnya. Meskipun demikian, pada intinya kedepan kita harus mencegah agar tak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan tapi jika masih terjadi, barulah kita lakukan penegakan hukum.

Selain itu kepada pemerintah, saya mengharapkan agar kedepan dapat mengalokasikan anggaran untuk pencegahan dan sosilasi yang tujuannya untuk mendidik masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terkait anggaran ini, saat ini kita lagi upayakan dengan Kementrian Dalam Negeri agar dikeluarkan Peraturan Mentri. Ini dilakukan, supaya saat pengeluaran anggaran yang nantinya dilakukan Pemda tak menjadi temuan BPK,” terangnya. (ded/wik)

Publisher : Alwin

Alwin

Lihat Juga

Survei Populi Centre: Herman Deru Tetap Ungguli Dodi Reza dan Ishak Mekki

Jakarta, KoranSN Arah suara pemilih jelang kontestasi Pilkada Sumsel 2018 mendatang mulai terpetakan. Dalam survei ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!