Home / Kesehatan / Bahaya Gerakkan Kepala Sampai Bunyi ‘Krek’, Bisa Picu Saraf Kejepit

Bahaya Gerakkan Kepala Sampai Bunyi ‘Krek’, Bisa Picu Saraf Kejepit

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun
Ilustrasi. (foto-net)

Menggerakkan leher hingga mengeluarkan bunyi ‘krek’ saat merasa lelah, tegang ataupun kaku, sering dilakukan. Tak hanya individu, bahkan saat berada di tukang potong rambut pria ketika memberi pijatan, biasanya diakhiri dengan menggerakkan kepala konsumen hingga bunyi “krek”.

Jika terbiasa melakukan hal tersebut, sebaiknya pikir ulang. Ternyata, meski memberikan efek menyenangkan usai dilakukan, tapi tidak untuk efek jangka panjang.

Hal ini diungkapkan Ketua kelompok Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, Dr.Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) dalam media briefing ‘Love Your Nerve with Neurobion’ di The Hermitage, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Baca Juga :   Resolusi 2018: Turunkan Berat Badan dengan Sayur

“Tindakan itu bahaya, karena di antara tulang belakang banyak sendi. Saat kaku, digerakkan melampaui batasnya, saat itu didominasi rasa nyaman, enak, tapi perlahan sendi terkikis,” ujarnya.

Bahkan, menurut dokter yang akrab disapa Luthy, mengatakan efek jangka panjang sering menggerakkan kepala untuk menghilangkan pegal hingga berbunyi ‘krek’ ini bisa menyebabkan timbulnya saraf kejepit.

Jadi, mulai pertimbangkan lagi sebelum melakukan gerakan tersebut, mengingat di bagian leher terdapat banyak pembuluh darah utama ke otak, sendi penyangga, bantalan tulang. (viva.co.id)

Baca Juga :   Wajib Lakukan 2 Hal Ini Biar Cepat Hamil
Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bukan Malam, Ternyata Ini Waktu Ngeseks Paling Baik Menurut Para Ahli

KUALITAS dari suatu hubungan seks tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik dan juga asupan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.