Rabu , Januari 23 2019
Home / Nasional / Bakar Bendera HTI, GP Ansor: Untuk Jaga Kalimat Tauhid

Bakar Bendera HTI, GP Ansor: Untuk Jaga Kalimat Tauhid

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Coumas. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Heboh video aksi sejumlah anggota Barisan Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang bertuliskan lafaz tauhid. Aksi itu dilakukan dalam peringatan Hari Santri di Garut, Jawa Barat, yang digelar Minggu (21/10/2018).

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Coumas membenarkan aksi pembakaran itu dilakukan oleh anggotanya. Namun, dia menegaskan, yang dibakar adalah bendera organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Yaqut mencoba melihat dari perspektif lain, bahwa yang dilakukan anggotanya adalah untuk menjaga kalimat tauhid.

Baca Juga :   Jokowi: Jika Ada Aparat Tak Netral, Lapor Bawaslu!

“Saya mencoba memahami dari sudut pandang yang berbeda bahwa apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat tauhid. Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi oleh mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan,” ujar Yaqut, Senin (22/10/2018).

Menurut Yaqut, dengan membakar tulisan kalimat tauhid itu, anggotanya ingin memperlakukan sebagaimana mereka menemukan mushaf atau sobekan ayat suci Alquran.

“Mereka akan bakar sobekan itu, demi untuk menghormati dan menjaga agar tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak semestinya,” ujar Yaqut.

Baca Juga :   Tiba di Jayapura, AHY Disambut Warga Papua

Meski begitu, Yaqut memperingatkan kepada seluruh kader untuk tidak lagi melakukan pembakaran bendera atau atribut apa pun, terutama yang berkaitan dengan organisasi HTI. Jika menemukan bendera dan atribut yang dilarang, Yaqut meminta seluruh kader untuk menyerahkannya kepada pihak berwajib.

“Tidak boleh lagi ada pembakaran-pembakaran seperti kejadian di Garut itu, meskipun kami memahami kenapa kader melakukan tindakan tersebut. Kami akan panggil mereka dan menjelaskan kronologinya secara utuh. Bukan hanya sepotong seperti di video yang beredar,” tuturnya. (viva.co.id)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BMKG: Teknologi akan Selalu Kalah dengan Alam

Jakarta, KoranSN Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, mengatakan 90 persen tsunami disebabkan ...