Bandar di PALI Lari dari Kepungan Polisi, 1.125 Gram Sabu Senilai 2 Miliar Diamankan

Bupati PALI, Kapolres dan Ketua Dprd PALI berserta Wakil Ketua DPRD PALI ketika menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten PALI kembali membuat gempar Bumi Serepat Serasan. Pasalnya, Selasa (20/3/2018) sekitar pukul 06.00 WIB petugas Satres Narkoba Polres Muara Enim diback-up empat Polsek di Kabupaten PALI menggerebek bandar sabu bernama Ari Anggara (23), yang tercatat sebagai warga Desa Air Itam Timur.

Kendati pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa; 1.125 gram sabu, uang tunai sebesar Rp 359.470.000,00, dua buah timbangan digital dan delapan bungkus plastik klip serta brangkas. Namun sayangnya, sang bandar berhasil kabur dari kepungan petugas yang mengelilingi rumah sang bandar. Parahnya lagi, sang bandar juga luput dari tembakan petugas.

Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan SIk MPP mengatakan, sebelum melakukan pengrebekan, pihaknya sudah sekitar seminggu melakukan penyelidikan terhadap aktivitas sang bandar di dua rumah milik sang bandar itu.

“Rupanya rumah pelaku memang sudah dibuat pengamanan sedemikian rupa. Dimana setiap jendela dan pintu dipasang teralis besi yang cukup tebal. Jadi, kalau mau masuk harus menunggu celah pintu terbuka. Makanya anggota kita menunggu saat pintu dibuka, baru langsung menerobos masuk ke dalam rumah,” terang Leo saat menggelar press rilis di Mapolsek Talang Ubi yang dihadiri Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM, Ketua DPRD PALI serta Wakil-wakil Ketua DPRD PALI.

Tak hanya pengamanan di jendela dan pintu saja, jelas Leo, pelaku Ari juga sudah memasang dua macam CCTV yakni; CCTV dalam bentuk elektronik dan dalam bentuk ‘tenaga manusia’.

Baca Juga :   Warga 15 Ulu Tewas dengan Luka Gorokan Senjata Tajam

“Jadi, pelaku menggunakan orang-orang suruhan mulai dari orang dewasa termasuk anak-anak kecil untuk mengawasi siapa saja yang masuk. Makanya cukup sulit menerobos ke rumah pelaku. Terbukti pelaku berhasil melarikan diri dari kepungan anggota kita,” jelasnya.

Leo mengungkapkan, jika pelaku Ari sebenarnya bukan merupakan bandar yang lebih besar, melainkan hanya operator saja. Namun, yang mengendalikan ada yang lebih besar lagi.

“Masih ada bandar yang lebih besar lagi di atas pelaku Ari ini. Kita sudah mengetahui indentitasnya dan sekarang masih kita cari dan selidiki. Untuk masuknya narkoba itu bisa dari perairan maupun daratan,” ungkapnya.

Dibeberkannya, penumpasan narkoba memang merupakan atensi dari jajaran Polres Muara Enim selain dari kejahatan konvensional seperti Curat, Curas dan Curanmor.

“Untuk bandar dan pengedar narkoba di Kabupaten PALI ini sudah kita data dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Nanti, foto DPO itu bakal kita sebar ke masyarakat supaya bisa mengetahuinya dan bisa menginformasikan ke kepolisian terdekat,” bebernya.

Dari barang bukti 1.125 gram sabu yang diamankan, ditaksir harganya mencapai Rp 2 miliar lebih.

Sementara Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM mengapresiasi pihak kepolisian yang berhasil mengungkap narkoba dalam jumlah besar di Kabupaten PALI, karena itu bisa mengurangi pembunuhan di kalangan masyarakat.

Baca Juga :   4 Penjual Miras Diamankan, Polisi Sita Ratusan Botol Miras

“Narkoba itu kan merupakan racun yang bisa membunuh setiap orang. Jadi pengungkapan ini bisa mengurangi pembunuhan di masyarakat. Makanya jauhi narkoba karena itu racun. Saya berharap semua elemen masyarakat untuk turut serta dalam memberantas narkoba,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Desa Air Itam, Timur Feri Hasbullah membenarkan jika Ari merupakan warganya.

“Pas kami lewat tadi, memang lagi ramai di rumah Ari. Banyak polisi bersenjato. Informasinyo, penggerebek sabu tapi kami idak turun jingok ke lokasi, karena kami nak menghadiri acara sosialisasi dana desa di gedung Pesos,” terangnya.

Dijelaskan Feri, bahwa Ari merupakan orang yang pandai bergaul.

“Status masih bujang, terus juge orangnyo galak begaul,” tutupnya.

Sementara, dari kabar yang beredar di masyarakat, diketahui jumlah sabu yang diamankan seberat 2 Kg dan uang tunai dalam tas sebesar lebih kurang Rp 200 juta, ditambah lagi satu brankas yang nominalnya hampir Rp 2 milyar. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …