Home / Lacak / Bandar & Pengedar Narkoba Jaringan Surabaya Raup Keuntungan Miliaran Rupiah

Bandar & Pengedar Narkoba Jaringan Surabaya Raup Keuntungan Miliaran Rupiah

Tampak, para tersangka saat diamankan di Mapolda Sumsel. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Polda Sumsel, Kamis (17/5/2018) menggelar ungkap kasus bandar dan pengedar narkoba jaringan Surabaya yang meraup keuntungan dengan angka fantastis yakni mencapai miliaran rupiah.

Hal tersebut terungkap dari buku tabungan bank milik para tersangka yang disita polisi. Adapun para tersangkanya yakni; tersangka M Nazwar alias Letto yang merupakan bandar sabu, dan tersangkaFaiz Rahmana (21), Wahono (46), Ahmad Darsono, Wahyudi (26) yang keempatnya merupakan pengedar sabu, kaki tangan dari tersangka Letto.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, selain menyita 8 unit mobil dan 7 motor gede (Moge) jenis sport milik para tersangka. Pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti buku tabungan bank dari masing-masing tersangka, yang jika ditotalkan uang saldonya mencapai miliaran rupiah.

“Dimana nominal buku tabungan bank para tersangka yang disita ini, terdiri dari; uang saldo dibuku tabungan tersangka Letto mencapai Rp 6,5 miliar, sementara tersangka lainnya saldo uang tabungannya berjumlah puluhan hingga ratusan juta. Semua uang ini merupakan keuntungan yang diraup para tersangka dari binsis narkoba tersebut,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, untuk itulah dalam pengungkapkan kasus tersebut pihaknya dari Polda Sumsel telah berkoordinasi dengan PPATK di Jakarta, sehingga para tersangka dikenakan pidana money laundry atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sementara tersangka M Nazwar alias Letto mengatakan, jika sudah dua tahun lebih dirinya menjadi bandar sabu yang berperan memerintahkan jaringannya mengirimkan narkoba dari Surabaya untuk dibawa ke provinsi lainnya dengan transit di bandara di Palembang.

“Kalau pemilik asli semua narkoba yang saya edarkan yakni milik Pak Kumis (DPO). Tapi saya tidak tahu dia warga mana dan tinggal dimana, sebab selama ini kami tidak pernah bertemu dan hanya berkomunikasi melalui handphone saja,” jelasnya.

Diakui tersangka, selama dua tahun menjadi bandar sabu memang sudah banyak uang yang dihasilkannya dari bisnis narkoba.

“Yang uang Rp 6,5 miliar di buku tabungan bank itu memang milik saya dimana sebagaian uanganya hasil dari menjual narkoba. Selain itu 2 mobil dari 8 mobil yang disita oleh polisi juga milik saya, selebihnya merupakan kendaraan milik rekan saya yang juga sudah tertangkap yakni; Faiz Rahmana, Wahono, Ahmad Darsono dan Wahyudi,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Pria Kenalan Facebook Perkosa Seorang Gadis di Hotel

Palembang, KoranSN Malang apa yang dialami ‘WWS’ (21), seorang gadis yang bermukim dikawasan Sematang Borang ...

error: Content is protected !!