Home / Kota Musi / Banjir Palembang, Alex Noerdin: Pemkot Harus Miliki Master Plan Drainase

Banjir Palembang, Alex Noerdin: Pemkot Harus Miliki Master Plan Drainase


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Alex Noerdin.
Alex Noerdin.

Palembang, KoranSN

Permasalahan banjir di Kota Palembang mendapat sorotan dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Menurutnya, Pemkot Palembang seharusnya sudah memiliki master plan drainase untuk seluruh kota, agar penanganan banjir tidak hanya spot per spot, tetapi dilakukan secara menyeluruh.

“Pemerintah kota seharusnya sudah memiliki master plan drainase untuk seluruh kota, supaya penanganan banjirnya tidak spot dan spot saja, tidak di satu titik saja tapi keseluruhan,” kata Alex, ditemui usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumsel, Rabu (14/9/2016).

Alex menilai, hingga saat ini, Kota Palembang belum memiliki master plan drainase tersebut, artinya genangan air tetap akan terjadi di saat hujan turun. Namun, ia mengimbau Pemkot segera mengantisipasi agar genangan tersebut tidak berlangsung lama, karena akan berdampak terhadap kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalan.

“Ini butuh biaya besar dan ini (master plan) belum selesai, jadi tetap akan ada genangan air seperti itu, yang paling penting (genangan) itu tidak terlalu lama, begitu selesai hujan jalan terus, yang bahaya itu, kalau terlalu lama tergenang, ya memacetkan lalu lintas dan merusak jalan,” tukas mantan Bupati Musi Banyuasin itu.

Baca Juga :   Putra Gubernur Sumsel Paling Berpeluang Pimpin Muba

Sementara Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas mengatakan, Pemkot Palembang harus menginventarisir titik-titik banjir. Dengan begitu, dapat ditemukan permasalahan utamanya. Misal, jika permasalahannya pada minimnya penampungan air, maka harus dibuat kolam penampungan air, seperti danau-danau buatan atau kolam retensi.

“Atau jika permasalahan banjirnya hanya sesaat saja, kita buat daerah resapan air secara komunal, seperti yang dilakukan di Jakarta. Pemkot harus segera memetakan di daerah mana saja yang banjir, dan pelajari banjir itu karena apa,” imbuhnya.

Selain itu kata Giri, dalam membuat perencanaan kota harus sinergi dengan kemampuan kapasitas kota, tidak boleh memaksakan. Artinya, jika dinilai tidak baik, maka jangan dipaksakan dibangun.

Baca Juga :   Maksimalkan Gotong Royong, Pemkot Berencana Beli Ampibi

“Kedepan, bagaimana membuat perencanaan kota ini dengan baik, sehingga mampu menampung sampai 50 tahun kedepan. Dimulai dari jalannya, drainasenya, air bersihnya, disusun dan dibuat grand desainya. Jadi, kota ini bukan hanya ada anggaran setiap tahun, membangun sesuatu tapi tidak jelas mau kemana,” beber Politisi PDI Perjuangan ini.

Terkait program gotong royong yang sudah menjadi agenda rutin Pemkot Palembang, Giri mengapresiasi itu, namun ia berharap program itu tidak hanya dilakukan di satu titik saja, tetapi dilakukan secara keseluruhan di semua wilayah Palembang dalam satu waktu.

“Gotong royong sebagai contoh itu bagus, tapi yang diharapkan bagaimana melakukan managemen pengawasan gotong royong. Gotong royong itu bagus kalau dilasanakan di semua titik secara bersama sama bukan di satu titik saja,” tukasnya. (awj)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

KPK Sarankan Pemprov Sumsel Selesaikan Masalah Aset

Palembang, KoranSN Terkait banyaknya aset milik Pemprov Sumsel yang tak jelas keberadaannya membuat Ketua Korwil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.