Banyuasin Fokus Kurangi Angka Stanting

Suasana pertemuan Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Forum) yang keempat. (foto-siryanto/koransn.com)

Banyuasin, KoranSN

Kabupaten Banyuasin akan fokus mengurangi angka stanting pada tahun 2018 ini. Angka stanting Kabupaten Banyuasin berdasarkan hasil survei Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 adalah 32,8 %, meningkat dari angka tahun 2016 yitu 6,4 %, sedangkan tahun 2015 sebesar 19,1 %.

Demikian diungkapkan Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin Zulkufli Idrus, saat menggelar Pertemuan Pemangku Kepentingan (Multi-Stakeholder Forum) yang keempat, Rabu (17/1/2018) kemarin. Pertemuan yang dihadiri peserta dari 19 OPD terkait dan instansi vertikal ini digelar di Ruang Rapat Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Penelitian Pengembangan (Litbang).

Menurutnya, ketimpangan angka stanting disebabkan survei yang dilakukan pada tahun 2015 dan 2016 menggunakan sampel di kecamatan daratan, sedangkan tahun 2017 sampel dilakukan di Kecamatan Muara Padang, Air Salek, Makarti Jaya dan Rantau Bayur (perairan).

Baca Juga :   Bupati OKI Instruksikan Pantau Pasien DBD & ISPA

Dikatakan Zulkifli, isu stanting saat ini telah menjadi isu nasional, mengingat angka stanting yang masih cukup tinggi baik tingkat nasional maupun provinsi. Tingkat stanting yang tinggi dihubungkan dengan beberapa faktor antara lain kurang gizi, kurang higinitas, pola rawat anak.

“Dapat diambil contoh, misalnya kurang beragamnya asupan makanan, kurang/jarangnya pemberian makanan, kurang gizi ibu, kurangnya pemberian ASI eksklusif,” kata Zulkifli.

Sementara Perwakilan NGO IMA World Health Yeni Roslaini meyakini upaya pencegahan stanting adalah kerja multi pihak dari berbagai sektor dan berbagai tingkat, maka perlu dilakukan serangkaian pertemuan koordinatif, komunikasi berkala beberapa pemangku kepentingan dalam kegiatan MSF seperti yang kita lakuan saat ini. Mengingat isu stanting merupakan pekerjaan lintas sektor maka perlu dibentuk Tim Koordinasi terkait hal tersebut.

Baca Juga :   PT Priamanaya Group Kembali Bagikan Hewan Kurban

“Terkait upaya pencegahan stanting, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan menyusun atau membuat Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG),” jelas Yeni.

Hal ini diamini oleh Konsultan RAD-PG, Podojoyo. Menurutnya, penyusunan tersebut nantinya perlu didiskusikan tentang pengisian matriks terkait indikator kinerja dan target dari masing-masing OPD terkait menyangkut kegiatan tersebut. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tuntaskan Pembangunan Jembatan Ogan IV yang Sempat Mangkrak

Baturaja, KoranSN Komitmen Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk menyelesaikan sejumlah proyek fisik yang tak …