Banyuasin Penghasil Beras No 4 Nasional

Bupati Askolani saat menerima penghargaan. (foto-siryanto/koransn)

Banyuasin, KoranSN

Kabupaten Banyuasin posisi keempat nasional sebagai kabupaten produksi beras tertinggi. Prestasi ini sebagai bukti dari keberhasilan program ‘Petani Bangkit’ yang dijalankan selama ini.

Hebatnya lagi, Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk sepuluh besar daerah penghasil beras terbesar di Indonesia, dan sekaligus satu-satunya di Pulau Sumatera.

Berdasarkan rilis Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian data produksi 2019 hasil Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS), Kabupaten dengan julukan Bumi sedulang Setudung ini berada di urutan ke 4 se-Indonesia, setelah Kabupaten Indramayu, Karawang dan Subang, Jawa Barat.

Kabupaten yang dipimpin Bupati H Askolani dan Wabup H Slamet dengan program SERASI ini berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton.

Baca Juga :   Sinergitas TNI-Pori Tandai HUT Bhayangkara ke-74

“Terima Kasih para petani di berbagai pelosok Kabupaten Banyuasin. Kerja keras kita membuahkan hasil yang membanggakan,” kata Bupati Banyuasin H Askolani, kemarin.

Dikatakannya, prestasi ini merupakan suatu kebanggaan dan sekaligus bentuk pengakuan secara nasional terhadap Kabupaten Banyuasin.

“Keberhasilan ini untuk rakyat Banyuasin, khususnya para petani dan kiranya keberhasilan ini menjadi motivasi untuk semakin giat lagi dalam mengolah lahan-lahan pertanian di Kabupaten Banyuasin menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan,” katanya.

Melalui program ‘Petani Bangkit’, terang Askolani, produksi pertanian masih bisa di tingkatkan dengan membantu petani dan tetap memberikan bantuan stimulus seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian, asuransi pertanian serta dana KUR.

“Komitmen kita hasil produksi pertanian harus terus meningkat dan petani harus sejahtera. Maka kita mendorong Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk terus memberikan perhatiannya berupa bantuan stimulus seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan dana KUR,” harapnya.

Baca Juga :   58 Pejabat Peserta Lelang Jabatan di Pemkab Banyuasin Ikuti Tes Wawancara

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan data produksi 2019 hasil Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS), ada 10 kabupaten yang produksi beras tertinggi tahun 2019.

“Perolehan angkat produksi berasnya dengan menggunakan konversi 57,3 persen dari produksi padi. Ini merupakan perhitungan yang dikeluarkan BPS. Peningkatan produksi di 10 kabupaten itu tentu atas sinergi Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dengan semua pihak,” demikian kata Suwandi di Jakarta. (sir)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Fitri Askolani Rancang PKK Mart di Setiap Kecamatan di Banyuasin

TIM Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin tengah merancang mendirikan PKK Mart di setiap kecamatan. PKK Mart …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.