Selasa , Oktober 23 2018
Home / Gema Sriwijaya / Ogan Komering Ulu / Baru Dua Hari Lengser, Mantan Kepala BPBD OKU Ditahan Jaksa

Baru Dua Hari Lengser, Mantan Kepala BPBD OKU Ditahan Jaksa

GIRING - M Nasir SE saat digiring ke Rutan Sarang Elang Baturaja. (Foto-Ashadi/Koransn.com)
GIRING – M Nasir SE saat digiring ke Rutan Sarang Elang Baturaja. (Foto-Ashadi/Koransn.com)

Baturaja, KoranSN

Nasib mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) M Nasir SE, sedang tidak berpihak. Pasalnya, baru saja dua hari lalu lengser dari jabatanya, Selasa kemarin (27/9) sudah digiring dan ditahan jaksa penyidik  Kejari Baturaja ke Rutan Sarang Elang Baturaja.

Proses penahanan M Nasir yang diperiksa sekitar dua jam lebih di ruang Pidsus Kejaksaan Negeri Baturaja ini sempat berjalan alot, akibat yang bersangkutan menolak membubuhkan tandatangan pada berita acara.

Bahkan Nasir juga menolak memakai pakaian tahanan yang sudah disiapkan oleh jaksa.

“Saya bersedia ditahan, tapi saya tidak mau menandatangani berita cara, apalagi memakai baju tahanan ini,” kata tersangka.

Baca Juga :   Oknum PNS Rutan Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

Dengan bujuk rayu tim penyidik yang menyarankan agar proses penahanan harus dijalani terlebih dahulu sesuai Standar Operasional (SOP) jaksa, lalu tersangka punya hak untuk mengajukan penangguhan penahanan, Nasir akhirnya berlapang dada bersedia menandatangani berita acara, memakai pakaian tahanan, kemudian menuju mobil tahanan dengan tangan terborgol.

Penahanan Nasir terkait dugaan korupsi pembangunan talud di Jalan Imam Bonjol Air Paoh Kecamatan Baturaja Timur senilai Rp 267 juta pada APBD OKU tahun 2013 lalu.

Kegiatan ini disangkakan merugikan keuangan negara sekitar Rp 90 juta, yang saat itu tersangka berindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca Juga :   Ternyata, Yoppy dan Keempat Tersangka Pembunuhan Baru Kenal

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kita langsung melakukan penahanan terhadap bersangkutan,” ungkap Kajari Baturaja, Sugeng Sumarno SH melalui Kasis Pidsus Kejari OKU Anton NA SH, didamping Kasi Intel Indra Senjaya SH.

Penetapan Nasir sebagai tersangka, diakui Kajarai, dilakukan sejak 20 September 2016 lalu, merujuk keluarnya hasil audit BPK yang menjelaskan jumlah kerugian Negara atas kegiatan itu.Dijelaskannya, terkait persoalan ini pihaknya sudah memeriksa 25 orang bahkan diantaranya ada pejabat di level atasan Nasir.

“Penetapan tersangka terkait dugaan kasus ini baru Nasir saja, apakah bakal ada tersangka lain, kami tidak mau berandai andai,” kata Sugeng. (had)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Decky Canser

Lihat Juga

Ziarah, Gubernur Herman Deru Kenang Kisah Sang Pesirah

Belitang, KoranSN Untuk pertama kalinya sejak dilantik sebagai Gubernur Sumsel 1 Oktober 2018, H Herman ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!