Home / Gema Sriwijaya / Basarnas Sosialisasi Penanganan dan Pertolongan Korban Bencana

Basarnas Sosialisasi Penanganan dan Pertolongan Korban Bencana

Basarnas saat latihan sosialisasi penanganan dan pertolongan korban bencana. (foto-ist)

Musirawas, KoranSN

Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kabupaten Mura yang juga meliputi wilayah Lubuklinggau serta Muratara berencana untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi cara penanganan dan pertolongan korban musibah.

Kepala Pos Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kabupaten Mura, Wahit Ivan Afrianto mengatakan, rencana pihaknya melaksanakan sosialisasi untuk simulasi penanganan dan pertolongan korban tenggelam serta kecelakaan dalam penerbangan. Itu dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan.

“Supaya tahu, bagaimana tekhnik yang benar cara menangani korban di air, safety di air. Termasuk bagaimana penanganan penolongan korban kecelakaan pesawat,” jelasnya.

Lewat simulasi sekaligus sosialisasi tersebut diharapkan pihak terkait dapat memahami tekhnik penanganan awal. Sehingga dengan latihan tersebut tentunya dapat memberikan pertolongan sementara kepada korban. Dan jangan sampai penolong tersebut menjadi korban.

Selain itu, Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kabupaten Mura dalam memberikan layanan pencarian dan pertolongan bagi korban musibah telah membuka layanan call center 0733 328 4141.
“Keberadaan kita memberikan penanganan pencarian dan pertolongan serta musibah lainnya yang membahatakan jiwwa manusia seperti penerbangan, pelayaran dan musibah lainnya,” kata Ivan.

Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kabupaten Mura memiliki 10 personil atau sumber daya manusia (SDM) dan dalam penanganan pertolongan, personil tersebut selalu standby.

Menurutnya, mereka juga untuk turun kelapangan memberikan pertolongan dilengkapi dengan perlengkapan satu perahu karet bermesin 40 PK, satu rafting, dua alat selam beserta tabungnya. Dilengkapi pula dengan peralatan vertical rescue atau pertolongan diketinggian seperti ditebing atau gedung. Termasuk peralatan pendukung lainnya yakni, truk fuso sebagai alat angkut dan bisa juha untuk evakusia, mobil double cabin dan satu unit motor trail.

“Jadi itu perlengkapan yang digunakan untuk dilapangan dalam memberikan pertolongan,” bebernya.

Ivan menambahkan, sejauh ini penanganan yang sudah dilakukan pihaknya lebiuh banyak penanganan pertolongan korban tenggelam dialiran sungai. Sebab khusus Mura, Muratara sebagian besar masyarakatnya beraktivitas sehari-hari yang bersentuhan dengan sungai.

“Sering orang tenggelam. Rawan Mura dan Muratara. Banyak dari masyarakat aktivitas bersentuhan dengan air seperti nelayan, mancing dan dekat denga sungai. Linggau juga berpotensi, karena linggau pernah terjadi musibah air,” ujarnya. (rif)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Sekda Janji Laporkan PNS OKI Bolos ke Menpan RI

Kayuagung, KoranSN Usai mendapat libur Idul Fitri selama 11 hari, para Aparatur Sipil Negara (ASN) ...

error: Content is protected !!