‘Batu Emas’ Diperkirakan Berusia Ratusan Tahun

s
UKIRAN -Tampak ukiran tanah liat yang bertuliskan arab. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

‘Batu emas’ dengan ukiran bertuliskan arab berbentuk telur ayam yang sempat menggemparkan warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diperkirakan telah berusia ratusan tahun dan ternyata itu terbuat dari tanah liat.

Tidak hanya itu, bahkan jauh sebelum ditemukannya ukiran antik tersebut, warga Desa Prambatan dan sekitarnya kerap menemukan guci, piring, serta koin Cina zaman dahulu.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Camat Abab, Drs. Arpan saat dijumpai di Kantornya, di Desa Betung, Selasa (29/11/2016).

Kepada SN, pria kelahiran 54 tahun lalu ini membeberkan bahwa di desa Prambatan tersebut memang sering ditemukan benda-benda antik.

“Guci, piring, koin cina bahkan pernah ditemukan Jong, sejenis jangkar kapal di Desa Perambatan yang notabenenya dekat dengan Sungai Musi. Bisa jadi, itu adalah peninggalan dari jaman kerajaan dahulu,” ujar Arpan.

Ia mengatakan, di Desa Betung ada daerah yang namanya Tumbang Dagang yang artinya kampung dagang.

Baca Juga :   Pertamina MoU Kejari PALI dan Lubuklinggau

“Konon, dahulu di Desa Betung pernah dijadikan pertemuan perdagangan pada zaman kerajaan dan kesultanan Palembang dahulu. Dari situlah hingga saat ini, di Desa Betung ada wilayah yang dinamakan Tumpang Dagang,” jelasnya.

Terkait penemuan ukiran yang berbentuk telur ayam dengan bertuliskan lafaz Allah tersebut, diyakini Arpan peninggalan dari kerajaan Islam zaman dahulu.

“Namun, itu belum bisa dipastikan. Perlu adanya penelitian lebih mendalam dinas terkait agar bisa menguak asal usul serta sejarah dari barang antik tersebut. Bisa jadi, menjadi sejarah Islam di Bumi Serepat Serasan,” tambahnya.

Sebelumnya, Candra Sembiring (44) yang menemukan pertama kali barang kuno tersebut mengatakan kalu barang tersebut dirinya dapatkan saat menggali Jalan lingkar menggunakan operator.

“Sudah satu minggu saya menemukan dan menyimpat ukiran dari tanah liat berbentuk telur ayam ini, warna kuning emas dan bertuliskan arab,” terang Candra kepada SN.

Baca Juga :   Dalam Tiga Hari, Pasien Positif Corona di PALI Bertambah Tiga Orang

Lanjut Candra setelah malam ketujuh dirinya memiliki dan menyimpan barang tersebut, dirinya bermimpi didatangi orang mengunakan jubah putih.

“Setelah malam ke tujuh aku menyimpan barang ini, semalam aku langsung bermimpi didatangi orang mengunakan juba putih bersorban hijau,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan SN di ukiran dari tanah liat tersebut Selasa (29/11/2016), terlihat sangat jelas tulisan-tulisan arab dengan bacaan berupa kalimat pujian terhadap Allah SWT, seperti Tahmid, Tasbih, Takbir, dan Tahlil. Sedangkan, terdapat rongga di dalam ukiran tanah liat tersebut seperti ada isi di dalamnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

PALI Zona Merah Corona

PALI, koranSN Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Serepat Serasan terus meningkat hingga membuat status …