Batu Gajah Baru Wakili Kecamatan Rupit Lomba Kebersihan Desa

Dinas LHP Muratara saat melakukan penilaian di Desa Batu Gajah Baru. (Foto-Sunardi/KoranSN)

Muratara, KoranSN

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Desa Batu Gajah Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mewakili Kecamatan Rupit mengikuti lomba kebersihan Desa tingkat Kabupaten Muratara.

Demikian diungkapkan Camat Rupit Hj Gusti Rohmani dalam sambutannya pada saat penilaian lomba kebersihan desa oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Muratara di Desa Batu Gajah Baru Kecamatan Rupit, Senin (23/7/2018).

“Yang mewakili dari Kecamatan Rupit yakni Batu Gajah Baru, karena Desa Batu Gajah Baru betul-betul siap dan desa ini sangat mendukung program bupati muratara,” kata Camat.

Camat mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak penilai yang datang dari DLHP Muratara, karena mau berkunjung guna menilai desa Batu Gajah Baru yang merupakan desa perwakilan dari kecamatan Rupit sebagai desa yang ikut dalam nominasi perlombaan kebersihan desa.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak DLHP yang sudah hadir untuk menilai desa Batu Gajah ini yang ikut dalam perlombaan kebersihan desa tingkat kabupaten Muratara. Semoga kehadirannya bisa berdampak positif bagi masyarakat Batu Gajah Baru. Untuk mewakili kecamatan Rupit, desa Batu Gajah Baru ini benar- benar siap, maka mereka segera berbenah setelah mendapat pemberitahuan. Jadi perangkat desa beserta warga melakukan pembenahan,” ucapnya.

Selain itu, Camat juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Batu Gajah Baru, yang telah bekerjasama memperindah desa mereka. Namun, dirinya juga berharap mendapat nilai yang positif dan bimbingan atau pembinaan dari pihak DLHP.

Baca Juga :   Tim Visitasi LAN Aceh Lakukan Kajian di PALI

“Antusias warga sangat besar dan mendukung, semoga nanti semua pagar berwarna warni, dan bagi saya itu sangat membanggakan. Kami terus membina desa yang tidak mau menjadi mau, dengan tujuan mereka mau bersaing dalam kebersihan desa tersebut. Semoga kita mendapat nilai yang positif, dan kepada tim penilai, tolong bimbingan serta arahannya karena itu sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) DLHP Muratara, Alfirmansyah yang juga hadir dalam penilaian mengatakan, dirinya sengaja datang untuk melakukan penilaian dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup dunia.

“Lomba kebersihan ini memang agenda kita, setiap tahun kita rencanakan dan Juara akan diumumkan pada hari lingkungan hidup dunia pada bulan Agustus mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan, lomba ini merupakan suatu wujud untuk memberikan apresiasi atau pelopor agar desa bersih, dan meyakinkan bahwasannya kita semua bisa melakukan apa saja yang dilakukan orang lain.

“Saya melihat Desa Batu Gajah Baru ini perekonomiannya maju, maka dari sekarang kita berpikiran maju, dan apa yang diharapkan ibu camat bisa tercapai dan menjadi pemenang,” ungkapnya.

Masih dikatakan Alfirmansyah, jika kehadiran dirinya dalam penilaian ini bukan berarti desa tersebut menjadi pemenang, namun itu semua memang sudah menjadi tugas dari DLHP.

“Kami hanya sebagai penilai, hadirnya saya disini bukan karena desa ini menjadi pemenang, tapi memang ini tugas dari dinas kami. Kita harus memperdayakan kearifan lokal, dan kami berharap apa yang kami lakukan dapat jadi pemicu bagi desa ini. Kami atas nama Pemkab Muratara sangat memberi apresiasi kepada desa yang ingin berlomba-lomba memajukan desanya dengan cara menjaga kebersihan,” ujarnya.

Baca Juga :   Jelang Poprov, Ridho Khawatir Stadion Belum Selesai

Ditempat yang sama, Kepala Desa Batu Gajah Baru Kecamatan Rupit, Heri Tamrin mengungkapkan, untuk mengikuti lomba kebersihan desa ini pihaknya sudah mempersiapkan sejak beberapa bulan lalu.

“Kita sudah melakukan pembenahan selama dua bulan terakhir, mempersiapkan segala sesuatu untuk perlombaan kebersihan desa tingkat kabupaten Muratara. Dan saya yakin jika desa kita akan menjadi juaranya.” kata Kades.

Lanjut Kades, demi mewujudkan keinginan untuk menjadi juara, kades beserta perangkatnya banyak melakukan perubahan, baik dalam segi kebersihan, kerapian desa, bahkan kenyamanan desa, serta telah melakukan kreasi dari bahan baku dari bahan bekas atau sampah yang disulap menjadi karya seni.

“Yang dinilai oleh tim penilai yaitu Kerapihan Desa, kebersihan Masjid dan mushallah, kebersihan WC umum, dan gapura desa. Kita juga telah membuat karya seni dari plastik bekas menjadi pas bunga, serta menyediakan kotak sampah untuk masyarakat,” pungkasnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

BMKG: Sumsel Masih Berpotensi Dilanda Hujan Ekstrem

Palembang, KoranSN Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi Sumatera Selatan berpotensi dilanda hujan intensitas tinggi …