Bawa Badik, Arison Mengamuk di Polres Muba

Tersangka Arison ketika tiba di RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan tes kejiwaan. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Dengan membawa senjata tajam jenis badik, Arison (44), warga Dusun I Desa Ulak Paceh Jaya Kabupaten Muba, Minggu (21/10/2018) sekitar pukul 08.45 WIB mengamuk di Mapolres Musi Banyuasin (Muba). Akibatnya, satu anggota kepolisian terluka sabetan badik tersangka.

Dengan kesigapan anggota Polres Muba akhirnya tersangka berhasil diamankan, selanjutnya tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan kejiwaan lantaran dari keterangan keluarga diduga Arison stres atau mengalami ganguan kejiwaan.

Kabag Ops Polres Muba, Kompol Erwin S Manik menegaskan, Polres Muba bukan diserang melainkan ada seorang pria yang diduga stres mengamuk dengan membawa senjata tajam. Kini tersangka tersebut telah diamankan dan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan kejiwaan.

“Baru diduga stres, sebab jika stres mengapa tersangka bisa mengendarai mobil pick up seorang diri datang ke Mapolres Muba. Selain itu tersangka yang diduga stres ini tidak memiliki kartu kuning dari rumah sakit. Untuk itulah kami melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka tujuannya untuk mengetahui apakah benar tersangka tergangu jiwanya atau tidak. Bukan hanya itu, saat ini kami juga masih mendalami motif tersangka masuk ke Mapolres Muba hingga tersangka mengamuk,” ungkapnya.

Dijelaskan Erwin, kejadian itu bermula saat tersangka masuk ke Mako Polres Muba mengendari mobil pick up dengan meminta izin kepada petugas piket penjagaan untuk shalat di Masjid Al-Muntaha yang berada di Mapolres Muba. Usai shalat, tersangka masuk ke dalam mobil yang saat itu diparkiran tidak teratur.

Baca Juga :   Perompak Sadis Kapal di Sungai Musi Diringkus Polair Polda Sumsel

“Karena mobilnya diparkirkan tidak teratur lantas petugas piket mendekati lalu menegur tersangka. Seusai ditegur, tersangka menjalankan mobilnya menuju pos penjagaan di depan Mako, kemudian tersangka turun dari mobil menemui petugas penjagaan sembari mengajak bersalaman. Nah, saat itulah tersangka ini mengeluarkan badik dari pinggangnya dan langsung melakukan gerakan seperti beladiri,” katanya.

Masih dikatakan Erwin, dikarenakan tersangka tersebut mencabut badik hingga membuat anggota meminta agar tersangka melepaskan badik tersebut, namun permintaan petugas penjagaan tidak dihiraukan tersangka sehingga anggota mencoba mendekati untuk merebut badik tersangka.

“Akan tetapi saat merebut senjata tajam tersebut anggota gagal hingga mengakibatkan Brigadir Marwan, yang merupakan petugas yang saat itu berusaha merebut senjata tajam tersangka mengalami luka terkena sabetan badik tersangka di bagian jari tengah dan jari manis. Melihat hal tersebut anggota lainnya dengan sigap langsung merebut badik tersebut sehingga tersangka berhasil diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Selain itu petugas juga telah memanggil dan memeriksa keluarga dari tersangka,” jelasnya.

Diungkapkan Erwin, dari keterangan istri tersangka yakni Martini, (40) jika tersangka saat ini diduga sedang mengalami stres atau ganguan jiwa, dan ini sudah terjadi sekitar tiga hari belakangan.

Baca Juga :   Antasari Pertanyakan Eksekusi Barang Bukti Rp 546 M Kasus Bank Bali

“Kata istrinya, tersangka ini diduga stres bahkan keluarga berencana membawa tersangka berobat alternatif ke tempat guru spiritual. Namun belum sempat dibawa berobat tersangka telah lebih dulu mendatangi Polres Muba,” ujarnya.

Lanjut Erwin, dari pengakuan istri tersangka yang telah diperiksa polisi mengungkapkan jika tersangka stres karena tiga tahun yang lalu pernah berguru untuk belajar ilmu putih dengan guru yang disebut Malaikat Empat yang berada di kawasan Kenten Laut.

“Tapi itu kan baru keterangan dari istrinya, sementara kami dari pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif tersangka. Dari itulah tersangka kami bawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan, sebab kalau memang tersangka tergangu jiawanya pastinya tersangka memiliki kartu kuning, namun saat kami tanya kartu tersebut tida ada. Selain itu, saat kejadian tersangka mengendarai mobil pick up seorang diri. Dari itulah kasus ini kami selidiki,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Sarankan Tujuh DPO Terpidana Korupsi Serahkan Diri

Ambon, KoranSN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menyarankan kepada tujuh oknum terpidana kasus korupsi yang sudah …