Home / Kota Musi / Bawaslu Sumsel Rekomendasi Pemungutan Suara Susulan, Lanjutan dan PSU

Bawaslu Sumsel Rekomendasi Pemungutan Suara Susulan, Lanjutan dan PSU

Komisioner Bawaslu Sumsel saat menggelar rapat pleno. (foto-anton/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merekomendasikan agar dilaksanakan Pemungutan Suara Susulan (PSS), Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) dan/atau Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Sumatera Selatan.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan, menindaklanjuti laporan dan hasil pengawasan di seluruh TPS di Sumatera Selatan (Sumsel), yang didapati warga negara kehilangan hak pilih atau pelanggaran pemilu berupa orang yang tidak berhak memilih melakukan pencoblosan di TPS.

“Untuk menjaga hak pilih warga negara, dan menegakkan prinsip keadilan pemilu, jajaran pengawas pemilu di Sumsel merekomendasikan agar dilakukan Pemilu Susulan, Pemilu lanjutan hingga pemungutan suara ulang,” ujar Ketua Bawaslu Sumsel dalam keterangan persnya di Sekretariat Bawaslu Sumsel, Sabtu (20/4/2019).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, anggota Bawaslu Provinsi Sumsel Junaidi, Iwan Ardiansyah, Syamsul Alwi dan Yenli Elmanoferi, Kasubag hukum, humas dan hubungan antarlembaga Karlisun.

Baca Juga :   Palembang Kini Punya Delman

Dari laporan yang diterima Bawaslu Provinsi Sumsel, di provinsi Sumsel terdapat sedikitnya 484 TPS yang berpotensi untuk digelar pemilu lanjutan. Dari jumlah tersebut 445 di antaranya berada di wilayah kabupaten Banyuasin. Sementara sisanya, tersebar di Kota Palembang (25 TPS), Ogan Ilir (12 TPS) OKI (1 TPS), Prabumulih (1 TPS). Sementara untuk PSU digelar di 1 TPS di Banyuasin.

“Salah satu penyebab dilakukannya PSU adalah jika ada orang yang tidak berhak memilih melakukan pencoblosan di TPS,” kata Iin, menjelaskan.

Adapun Pemungutan Suara Susulan (PSS), digelar jika terjadi kerusuhan, gangguan, keamanan, bencana alam atau gangguan lainnya yang mengakibatkan seluruh tahapan penyelenggaran pemilu tidak dapat dilaksanakan. Sementara PSL digelar jika terjadi kerusuhan, gangguan, keamanan, bencana alam atau gangguan lainnya yang mengakibatkan sebagian tahapan penyelenggaran pemilu tidak dapat dilaksanakan.

“Untuk pelaksanaannya dilakukan 10 hari setelah hari pemungutan dan/atau penghitungan suara,” tukasnya.

Baca Juga :   DLHK Kota Palembang Bakal Terapkan Plastik Berbayar

Pada hari pemungutan suara, Rabu (17/4/2019) lalu, Bawaslu Sumsel dan jajaran menemukan sejumlah sejumlah masalah. Dari hasil pengawasan tersebut, Bawaslu Provinsi melakukan sejumlah langkah untuk menjaga hak pilih setiap warga negara yang berhak memilih.

“Selain melakukan pengawasan langsung, kami juga menerima aduan dari masyarakat yang menyampaikan bahwa mereka tidak bisa mencoblos karena masalah-masalah teknis.

Menanggapi laporan tersebut, kami langsung meresponsnya dengan melakukan investigasi ke sejumlah TPS bermasalah,” ucap Iin.

Langkah yang dilakukan Bawaslu tersebut, menurut Iin, diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten / Kota di Sumsel hingga jajaran di tingkat bawah.

“Kami telah memerintahkan Bawaslu Kabupaten/kota untuk menindaklanjuti aduan masyarakat, dan menjaga hak pilih warga negara,” tutur Iin.

Dari hasil pengawasan, terdapat ratusan permasalahan di TPS. Namun, sebagian di antaranya sudah bisa diselesaikan di tingkat TPS.

“Misalnya jika terjadi kekurangan surat suara, namun bisa diselesaikan dengan mengambil surat suara dari TPS terdekat,” pungkasnya. (awj)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Peserta KKDN Pasis Dikreg XLVI Sesko 2019 Kunjungi Pemkot

Palembang, KoranSN Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa menerima kunjungan peserta Kuliah Kerja Dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.