Bayu Si Raja Jambret Telah 75 Kali Beraksi, Salah Satu Korbannya Bahkan Polisi

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi saat menginterogasi tersangka Bayu Saputra. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Bayu Saputra (22), warga Jalan Taqwa Mata Merah Lorong Wakaf Kalidoni Palembang yang dijuluki si raja jambret atas 75 kali aksi kejahatannya di Kota Palembang, akhirnya ditangkap pihak kepolisian Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka yang juga merupakan residivis kasus Curas (pencurian dan kekerasan) ini terpaksa dilumpuhkan petugas dengan ditembak kakinya. Tindakan tegas dan terukur dilakukan lantaran saat ditangkap Bayu melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi, Selasa (24/3/2020) mengatakan, tersangka melakukan aksi penjambretan bersama pelaku lainnya yang kini masih dalam pengejaran atau DPO.

“Tersangka Bayu Saputra ini sudah 75 kali menjambret di Kota Palembang, bahkan salah satu korbannya merupakan seorang anggota polisi, yakni Polwan,” ujarnya.

Baca Juga :   Petugas BNN Kepung & Tabrakan Mobil ke Pembawa 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Asal Malaysia di Sukarami

Masih dikatakannya, adapun modus yang dilakukan tersangka saat beraksi yaitu menjambret handphone atau tas para korban yang sedang berdiri di pinggir jalan.

“Aksi jambret ini dilakukan tersangka di siang hari. Adapun lokasi jambret yang dilakukan tersangka yakni menyasar para korbannya yang berada di pinggiran Jalan Rajawali, Jalan Sudirman, Jalan Veteran, kawasan Lemabang dan Bombaru,” terangnya.

Lanjutnya, kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polda Sumsel guna proses hukum lebih lanjut.

“Dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 12 tahun penjara. Sedangkan untuk kasusnya masih kami kembangkan guna menangkap pelaku lainnya yang masih buron,” tandasnya.

Sementara tersangka Bayu Saputra mengatakan, setiap melakukan aksi jambret dirinya selalu berparan sebagai ‘joki’ yang mengendarai sepeda motor.

“Saya menjambret bersama dua teman saya, yakni Rizki dan Arbian yang masih DPO. Ketika beraksi saya membawa motor membonceng Rizki, lalu disaat menjabret Rizki yang berperan merampas HP atau tas sandang korban. Sedangkan peran Arbian mengendarai sepeda motor lainnya untuk mengawasi situasi dan mengantisipasi jika korban mengejar kami,” ungkapnya.

Baca Juga :   Diduga Faktor Ekonomi, Warga Kalidoni Tewas Gantung Diri di Bedeng Kontrakan

Dikatakannya, setiap handphone milik korban yang berhasil di jambret dijualkannya lalu uangnya dibagi rata dengan pelaku Rizki dan Arbian.

“Uang bagian saya dari menjual handphone tersebut saya gunakan untuk keperluan sehari-hari, dan ada juga yang saya gunakan untuk membeli Narkoba jenis sabu,” tutup tersangka. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

2 Oknum Pelajar Jambret Untuk Beli Sabu

Palembang, KoranSN Dua oknum pelajar berusia 17 tahun di salah satu SMA swasta di Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.