Begal dan Narkoba Jadi Perhatian Serius Polresta Palembang

Anggota DPRD Sumsel Dapil Kota Palembang berfoto bersama jajaran Polresta Palembang. (foto/ist)
Anggota DPRD Sumsel Dapil Kota Palembang berfoto bersama jajaran Polresta Palembang. (foto/ist)

Palembang, KoranSN

Kasus begal dan narkoba menjadi perhatian serius Polresta Palembang. Tingginya kedua kasus tersebut diakui oleh Wakapolresta Kota Palembang AKBP Iskandar F Sutisna saat menerima reses anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan (Dapil) Kota Palembang, Rabu (31/8/2016).

Iskandar mengakui, sudah ada instruksi Kapolda agar Polresta Palembang menekan dan memberantas aksi pembegalan dan narkoba di Kota Palembang. Untuk itu, Polresta juga sudah bentuk Unit Kerja Lengkap (UKL).

“Kemudian, tiap jam 12 malam, setiap polsek mengingatkan warga yang berkumpul di satu tempat. Karena, biasanya pelaku begal ini sudah mengincar warga yang berkumpul tersebut, saat mereka bubar dan pulang sendiri-sendiri. Pelaku ini memang sudah mengintai dan mirisnya pelaku begal ini anak-anak belasan tahun,” kata Iskandar yang dalam kesempatan itu didampingi Kabag Ops Kompol Andi Kumara, Kasat Reskrim Kompol Marully Pardede, dan Kasat Intel kompol Budi Santoso.

Ia menambahkan, tindak pidana di Kota Palembang rata-rata 600 kasus, khusus untuk curas dan curanmor satu hari bisa masuk 5 kasus, inilah yang memang menjadi perhatian pihaknya.

Baca Juga :   Kembangkan Produk Jamkrida Sumsel, Wagub Studi Banding ke Bali

“Narkoba begitu juga. Kira-kira, kalau kita berdiri di atas Jembatan Ampera dan melemparkan batu ke arah pasar 16, orang yang terkena lemparan batu itu kita ambil dan di tes urine, mungkin dia positif narkoba. Itu menggambarkan betapa banyaknya narkoba yang ada di Palembang ini,” tukasnya.

Hanya saja, papar Iskandar, karena jumlah penduduk di kota Palembang yang lebih dari dua juta dan dengan jumlah personel yang dimiliki Polresta Palembang 1.600 personel, tentu masih sangat kekurangan.

“Kalau untuk menambah personel, itu masih sulit dan harus menaikkan tipelogi dari Polresta menjadi Polrestabes. Tapi jika sudah menjadi Polrestabes, membutuhkan 3.500 personel dan semua sarana dan prasarana butuh penambahan juga,” ujarnya.

Namun katanya, penambahan anggota memang diperlukan, mengingat Kota Palembang sendiri akan menjadi tuan rumah Asian Games, 2018 mendatang. “Kita hanya punya motor BM 7 unit dan mobil patroli 10 unit, sedangkan sebentar lagi akan ada even Asian Games. berapa banyak bangsa nanti yang akan meminta pengawalan,” ujarnya.

Baca Juga :   Dapat Sapi Dari Jokowi, Masjid Agung Akan Bagikan 2000 Kupon Daging Kurban

Sementara itu, Anggota DPRD Sumsel Dapil Kota Palembang, Anita Noeringhati mengatakan, tindak pidana di Kota Palembang memang sangat mengkhawatirkan, terutama kasus begal dan narkoba.

“Bukan saja pembegalan dan narkoba, tapi tindak kekerasan terhadap anak dan wanita pun kami harap bisa cepat diproses. karena itu sudah diatas kewajaran,” tukasnya. (awj)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Dorong Produk Lokal, Herman Deru Minta BNI Tambah Kampung Binaan

Palembang, KoranSN Di tengah agendanya yang padat, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru menerima …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.