Begal, Perampokan, Jambret dan Curanmor Masih Marak di Sumsel

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menyampaikan analisa dan evaluasi kasus sepanjang tahun 2017. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Aksi kejahatan begal, perampokan, jambret dan Curanmor masih marak terjadi di Sumsel. Hal tersebut terungkap dalam gelar analisa dan evaluasi (Anev) kasus sepanjang tahun 2017 yang dilakukan di Mapolresta Palembang, Minggu sore (31/12/2017).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, walaupun secara umum angka tindak pidana di tahun 2017 terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Namun kejahatan Curas (Kejahatan dengan kekerasan), Curat (Kejahatan pemberatan), Curanmor (Pencurian sepeda motor) atau kejahatan 3C di Sumsel masih cukup tinggi.

Dijelaskan Kapolda, dimana untuk kejahatan Curas atau dikenal Begal dan perampokan, di tahun 2016 terjadi 1.372 kasus. Sedangkan yang terungkap hanya 696 kasus. Sementara, ditahan 2017 tercatat 938 kasus Curas dengan penyelesaian kasus sebanyak 769 kasus.

Kemudian untuk kasus Curat seperti kejahatan jambret pada tahun 2016 terjadi 3.601, yang terungkap sebanyak 1.638 kasus. Sementara di tahun 2017 ini, tercatat 2.617 kasus Curat dengan jumlah kasus yang terungkap sebanyak 1.732.

Baca Juga :   Pelembang Nambah 13, Covid-19 di Sumsel Tembus 995 Kasus

Sedangkan untuk kasus Curanmor, ditahun 2016 terjadi 1.341 kasus, yang selesai hanya 211 kasus. Sementara ditahun 2017, kasus Curanmor terjadi 995 kasus dengan 487 kasus yang terungkap.

“Dengan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan jika aksi kejahatan seperti begal, rampok, jambret dan pencurian sepeda motor bisa dikatakan masih menonjol dan marak di Sumsel,” katanya.

Masih dikatakan Kapolda, dengan masih menonjolnya angka kejahatan tersebut maka dirinya akan mengevaluasi kinerja Kapolresta dan Kapolres dijajaran Polda Sumsel.

“Kapolres yang lemah dalam pengungkapan kasus akan saya evaluasi. Begitu juga dengan saya, selaku Kapolda saya juga dievaluasi oleh Kapolri. Dari itulah kedepan semua jajaran harus dapat menekan angka kejahatan 3C,” harapnya.

Masih dikatakan Kapolda, dalam menekan aksi kejahatan 3C tersebut dirinya juga telah memerintahkan kepada Kapolresta dan Kapolres di Sumsel untuk menyikat habis semua pelaku-pelakunya.

Baca Juga :   Wujudkan 10 GOR di Daerah, Herman Deru Ingin Dongkrak Prestasi Atlet Sumsel

“Empat Lawang dan Muratara angka kejahatan 3C di sana cukup tinggi. Maka kami berjanji, para pelaku akan kami sikat habis. Ini janji saya,” tegas Kapolda.

Lanjut Kapolda, sedangkan untuk ungkap kasus Narkoba di wilayah Sumsel, Polda dan jajaran berhasil menekan peredaran narkoba, diantaranya seperti; ungkap kasus 5,6 Kg sabu dan 3000 butir narkoba jenis baru.

“Sementara untuk pidana korupsi, Polda Sumsel dan jajaran berhasil menyelamatkan kerugian negara senilai Rp 6 miliar. Pengungkapan kasus korupsi ini kebanyakan diungkap oleh Polres-Polres. Memang, pengungkapan kasus ini turun jika dibandingkan tahun sebelumnya namun kami terus berupaya mengungkapnya. Selain itu dalam pengungkapan kasusnya, kami tidak mau menzalimi, makanya harus ada bukti dan fakta saat mengungkap kasus korupsi yang terjadi,” tandas Kapolda. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dodi Reza Bakar Semangat Peserta LK II HMI Sumbagsel

Palembang, KoranSN Puluhan peserta Intermediate Training (LK II) Tingkat Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Himpunan …