Belasan Hektare Padi di Mukomuko Terserang Ulat

Sejumlah petani di kabupaten Mukomuko menyemprotkan pestisida. (foto-antaranews)

Mukomuko, KoranSN

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyebutkan seluas sekitar 17 hektare tanaman padi yang masih berumur satu hingga dua bulan terserang ulat pemakan daun dan penggulung daun, namun tanaman padi tersebut tidak semuanya rusak.

“Seluas sekitar 17 hektare tanaman padi yang terserang ulat pemakan daun dan penggulung daun tersebut milik dua kelompok tani di Kecamatan XIV Koto,” kata Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Holtukultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sugiyanto di Mukomuko, Minggu (12/7/2020).

Ia mengatakan, hal itu setelah instansinya menerima proposal usulan bantuan insektisida untuk mengatasi ulat pemakan daun dan penggulung daun dari dua kelompok tani di daerah ini.

Diugkapkannya, dari seluas 17 hektare tanaman padi yang terserang ulat tersebut, seluas 10 hektare tanaman padi milik kelompok tani Sido Makmur dan tujuh hektare padi milik kelompok tani Harapan Maju Desa Pauh Terenja Kecamatan XIV Koto.

Baca Juga :   Ditengah Kondisi Wabah, Pusri Jamin Stok Pupuk Berlimpah

Sedangkan umur tanaman padi milik dua kelompok tani yang terserang ulat pemakan daun dan penggulung daun tersebut sama, yakni satu bulan hingga satu setengah bulan, namun luas tanaman padi yang terserang ulat tersebut yang berbeda.

Terkait dengan kondisi tanaman padi yang terserang ulat pemakan daun dan penggulung daun ini, katanya, hampir sama merusak bagian daun tanaman ini, tetapi tidak sampai merusak seluruh tanaman.

Untuk mengatasi tanaman padi yang terserang kepinding tanah tersebut, ia mengatakan, instansinya telah memberikan bantuan sekitar 34 kilogram insektisida dari gudang instansi ini untuk menanggulangi ulat pemakan daun dan penggulung daun kepada dua kelompok tani di di Kecamatan XIV Koto.

Baca Juga :   Desa Lebuh Rarak OKI Kini Miliki Mobil Ambulance Sendiri

Namun, menurutnya, bantuan insektisida untuk mengatasi ulat pemakan daun dan penggulung daun ini tidak bagus untuk kesuburan tanah karena insektisida ini tidak hanya membunuh ulat dan hama tetapi juga cacing yang berfungsi menggemburkan tanah untuk tanaman padi.

“Kalau pemakaiannya hanya untuk sementara tidak masalah untuk mengatasi ulat tetapi tidak bisa digunakan jangka panjang karena insektisida ini tidak bagus untuk tanah,” ujarnya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dinas Pendidikan OKU Lakukan Persiapan Kegiatan Belajar Tatap Muka

Baturaja, KoranSN Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan melakukan persiapan Kegiatan Belajar Mengajar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.