Home / Foto / Belasan Massa Aksi Protes, Tolak Pembongkaran dan BOT Pasar Cinde

Belasan Massa Aksi Protes, Tolak Pembongkaran dan BOT Pasar Cinde

Sejumlah massa yang mengatasnamakan dirinya Pusat Informasi Advokasi Pedagang Cinde melakukan aksi demo di halaman parkir pasar Cinde, Selasa (25/7/2017). (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Sejumlah massa yang mengatasnamakan dirinya Pusat Informasi Advokasi Pedagang Cinde kembali berunjuk rasa menolak pembongkaran atau pengalih fungsikan bangunan. Mereka menilai, Pasar Cinde sudah menjadi bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Walikota nomor 179.A/KPTS/DISBUD/2017 tentang penetapan Pasar Cinde menjadi cagar budaya secara hukum, Selasa (25/7/2017).

Anggota Pusat Informasi Advokasi Pedagang Pasar Cinde, Dedek Chaniago mengatakan, dengan ditetapkannya undang-undang (UU) nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, maka dapat dikenakan konsekuensi hukum terhadap para pihak yang mencoba merusak dan mengalih fungsikan bangunan Pasar Cinde berdasarkan UU tersebut.

Dikatakannya, Pasar Cinde merupakan sebuah sejarah awal pasar modern di Kota Palembang yang cukup memberikan peran sosial serta pesatnya perkembangan dan menjadi magnet perekonomian masyarakat Kota Palembang.

“Untuk itu kami meminta build operate and tansfer (BOT) Pasar Cinde dibatalkan dan jalankan SK penetapan Pasar Cinde sebagai cagar budaya. Kami sangat menolak pembongkaran bangunan pasar cinde dalam bentuk apapun,” ungkapnya saat berorasi di halaman parkir Pasar Cinde.

Senada, disampaikan Kordinator Aksi (Korak), Andreas. Dikatakannya, dengan adanya rencana pembagunan pasar moder tersebut, secara otomatis akan mematikan roda perekonomian pedagang kecil di pasar cinde baik secara langsung maupun tidak langsung akan mematikan perekonomian keluarga yang menggantungkan hidup di pasar cinde berpuluh-puluh tahun lamanya.

Ia menilai, pemerintah tidak memikirkan efek sosial jangka panjang yang akan terjadi ketika pasar cinde dibongkar dan diganti dengan mall karena banyak pedagang kecil disana. Perlu diketahui saat ini ada sekitar 500 pelaku usaha di Pasar Cinde ini yang beraneka ragam mulai dari makanan, sayuran, pakaian, obat-obatan serta onderdil besi. Pembangunan los penggantipun sementara tidak menyelesaikan masalah dengan kondisi yang seadanya dan mengabaikan keamanan lingkungan dan aset pedagang.

“Kami minta jaminan keamanan untuk melakukan usaha dan berdagang kepada Gubernur, Walikota, Kapolda dan Pengdam II Sriwijaya di Pasar Cinde dan meminta kepada DPRD Provinsi dan Kota untuk membatalkan BOT pasar cinde,” tuturnya.

Terpisah, Walikota Palembang, H Harnojoyo saat dikonfirmasi menuturkan, terkait dengan pembangunanan Pasar Cinde akan dibicarakan terlebih dahulu. “Kita masih menunggu persetujuan dari tim cagar budaya, insyaallah dalam waktu dekat keputusannya dapat kita sampaikan,” pungkasnya. (rgn)

Publisher : Ferdin Ferdin

Ferdin Ferdin
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

BPOM dan Dinkes Palembang Kesulitan Pantau Peredaran Formalin

Palembang, KorbanSN Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota ...

error: Content is protected !!