Home / Headline / Belum Diberi Label Halal, MUI Sumsel Minta Vaksinasi Rubella Ditunda

Belum Diberi Label Halal, MUI Sumsel Minta Vaksinasi Rubella Ditunda

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Ketua Umum MUI Sumsel, Prof Dr KH Aflatun Muhtar dan KH ayik Farid (Kanan) menunjukkan surat pernyataan sikap MUI Sumsel terhadap vaksin imunisasi Rubella yang belum memiliki sertifikat halal, Senin (6/8/2018). (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Prof.Dr Aflatun Muchtar, Senin (6/8/2018) saat menggelar press Conference menegaskan, MUI meminta pemerintah untuk menunda program Vaksinasi Miasle Rubella yang belakangan ini gencar dipromosikan.

“Karena Vaksinasi Miasle Rubella masih dipertanyakan kehalalannya,” katanya di Kantor MUI Sumsel.

Hal ini, lanjut Aflatun tidak bisa dianggap remeh, oleh karena itu untuk menjawab keresahan masyarakat akan kesimpangsiuran informasi tentang kehalalan vaksin rubella. Maka perlu di respon secara bijak, agar ada kepastian serta ada gangguan keagamaan sekarang ini.

“Berdasarkan fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 menjelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan atau mubah, karena diperbolehkan itu sebagai bentuk iktihar dalam mewujudkan kekebalan tubuh atau dalam bahasa disebut imunitas, ini dilakukan sebagai mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Jadi MUI tidak mempermasalahkan, ini mubah karena Islam menganjurkan kesehatan,”

Untuk itu, dijelaskannya, meminta agar program vaksinasi ditunda untuk sementara hingga dikeluarkannya label halal dalam cairan vaksinasi rubella, sesuai surat yang telah lebih dulu dikeluarkan MUI pusat.

“Kami mengeluarkan sikap meminta kepada Dinkes untuk menunda launching imunisasi vaksin rubella sampai ada ketetapan bahwa vaksin ini aman digunakan, melalui standart halal,” terangnya.

Masih katanya, vaksin untuk imunisasi harus wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci, ini prinsip dalam islam. Dalam menggunakan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan najis maka hukumnya haram.

“Ini sudah jelas dari fatwa MUI, Imunisasi vaksin dengan vaksin yang haram tidak di perbolehkan kecuali dalam kondisi hajat,” katanya.

Sementara itu, Wasektum MUI Sumsel, KH Ayik Farid menjelaskan, di tahun 2017 lalu, Kementerian kesehatan (Kemenkes) RI mengajukan surat ke MUI untuk mendukung program Imunisasi Massal Rubella (IMR). Dari pengajuan tersebut bahwa isinya, Kemenkes meminta dukungan dan rekomendasi agar dipenuhi ketentuan-ketentuan imunisasi itu sesuai dengan fatwa MUI.

“Pada kesempatan ini kami menyampaikan apa kesepian yang paling pokok pelaksanaan imunisasi itu dalam mengambil langkah atau sikap,” tutupnya. (den)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Disayangkan, Masih Ada Anjal Isap Lem di Seputar Pasar 16 Ilir Jelang Asian Games

Palembang, KoranSN Dua hari mendatang Palembang bakal jadi sorotan seluruh Asia. Kota yang akan menghelat ...

error: Content is protected !!