Benarkah Bilik Disinfektan Tidak Direkomendasikan?

Ilustrasi bilik disinfeksi. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Beberapa bilik disinfeksi mulai bisa ditemukan di berbagai tempat untuk mensterilkan tubuh agar terhindar dari virus corona, namun badan kesehatan dunia WHO justru tidak merekomendasikannya. Apa alasannya?

WHO menyebut jika penggunaan disinfeksi belum diketahui efektivitasnya dalam mengendalikan penyebaran virus corona. Begitu juga dengan penyemprotan disinfektan ke jalan. Kandungan alkohol atau klorin yang ada di dalamnya disebut berbahaya jika terkena mata dan mulut.

Menurut keterangan resmi yang dikeluarkan Kalbe, Rabu, bahan aktif dan produk rumah tangga yang digunakan untuk disinfeksi benda (misalnya sodium hipoklorit, hidrogen peroksida, dan turunan alkohol) juga tidak boleh mengenai mata dan kulit.

Sebagai contoh, mata akan perih jika terkena alkohol 60 persen dan pencampuran berbagai bahan aktif berpotensi menimbulkan efek karsinogenik bagi tubuh. Dapat dikatakan bahwa maraknya pemasangan bilik disinfeksi hanya fenomena psikologis semata.

Baca Juga :   BPOM: Vaksin COVID-19 Diproduksi Dengan Baik

Kalbe juga menyebut beberapa alasan mengapa bilik disinfeksi tidak direkomendasikan. Yang pertama penggunaan disinfektan seharusnya hanya untuk permukaan benda mati saja, bukan pada manusia langsung.

Kedua, dampak paparan uap atau mist dari disinfektan akan semakin besar pada orang yang lebih rentan seperti memiliki kulit sensitif, mata sensitif (mudah berair), atau menderita asma. Orang dengan kondisi tersebut dilarang dan berhak menolak untuk menggunakan bilik disinfeksi.

Selain itu, efektivitas disinfektan sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dan waktu kontak. Pada penggunaan bilik disinfeksi, konsentrasi dan waktu kontak disinfektan sangat dibatasi sehingga hasilnya menjadi tidak efektif.

Baca Juga :   15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh

Untuk mengoperasikan bilik disinfeksi diperlukan konsumsi disinfektan dalam jumlah besar, namun saat ini suplainya semakin terbatas dan harganya cenderung meningkat.

Sebagai gantinya, WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hanya merekomendasikan penerapan hidup bersih, sehat dan physical distancing.

Langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran virus corona adalah dengan menjaga tubuh tetap bersih dan steril dengan sering cuci tangan menggunakan sabun, mandi, dan ganti pakaian yang bersih. (antara/ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

104 Pasien COVID-19 Belitung Timur Sudah Sembuh

Manggar, Babel, KoranSN Data Pusat Informasi Perkembangan Kasus COVID-19 Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.