Senin , November 19 2018
Home / Lacak / Bentrok PT Lonsum di Lahat, Samurai Hingga Keris Sudah Dipersiapkan

Bentrok PT Lonsum di Lahat, Samurai Hingga Keris Sudah Dipersiapkan

Tersangka Najamudin, Herliansyah dan Yandri memperagakan adegan saat menghentikan kegiatan memanen sawit yang dilakukan pegawai PT Lonsum. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Tersangka Najamudin (46), Herliansyah (29) dan Yandri (35) ternyata sudah mempersiapkan senjata tajam jenis jenis samurai, golok hingga keris saat mendatangi lokasi bentrok di lahan perkebunan PT London Sumatera (Lonsum) di Kabupaten Lahat hingga mengakibatkan security PT Lonsum, Ristal Alam (27) tewas.

Hal itu terungkap dalam rekonstruksi bentrok sengketa lahan antara warga SP 3 Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat dengan PT London Sumatera (Lonsum) hingga berujung tewasnya korban Ristal Alam, yang digelar di Lapangan Tembak Mapolda Sumsel, Senin (22/10/2018).

Dimana dalam rekonstruksi yang digelar 15 adegan tersebut, tersangka Najamudin, Herliansyah dan Yandri telah mempersiapkan membawa senjata tajam usai mengikuti pertemuan di balai desa bersama tersangka Risansi alias Anggok (48), oknum Kades Suka Makmur yang ditangkap karena menjadi provokator.

Dikatakan tersangka Najamudin, dalam pertemuan tersebut tersangka Risansi membahas sengketa lahan yang terjadi lalu meminta warga agar patroli dan menghentikan kegiatan panen yang dilakukan PT Lonsum. Selain itu oknum Kades tersebut juga sempat menyampaikan ke warga dengan kata-kata bentrok.

“Kata Pak Risansi saat di balai desa kalau bentrok ya bentrok,” ujar Najamudin saat memperagakan adegan rekonstruksi.

Karena mendengar perkataan dari tersangka Risansi hingga mebuat dirinya bersama tersangka Herliansyah dan Yandri pulang ke rumah mengambil samurai, golok dan keris.

“Kalau saya membawa dua senjata tajam, yakni Samurai dan Keris. Untuk keris saya selipkan di pinggang. Setelah itu kami menuju arel kebun dengan mengendarai mobil pik up,” ungkapnya.

Tampak dalam adegan rekonstruksi tersebut, disaat ketiga tersangka tiba di aeral kebun, para tersangka melihat pegawai PT Lonsum sedang memanen hingga ketiga tersangka menyetop kegiatan memanen dengan berteriak.

“Saat itu kami berteriak dengan kata-kata “Woi, berhenti memanen”, perkataan tersebut kami teriakan sembil memegang senjata tajam di tangan kami,” ungkap tersangka Najamudin.

Menurutnya, disaat itulah korban Ristal Alam mendekatinya lalu merampas samurai yang sedang dipegangnya. Disaat bersamaan tersangka Herliansyah langsung membacok punggung belakang korban hingga korban jatuh ke tanah.

“Saat korban jatuh saya mencabut keris yang saya simpan di pinggang. Lalu keris tersebut saya tikamkan ke perut kanan korban. Hanya satu kali saya menikam korban dengan keris itu,” ujarnya sambil memperagakan adegan menikam korban.

Usai korban dibacok dan ditikam kemudian ketiga tersangka mengayun-ayunkan senjata tajam hingga membuat security lainnya yang ada di lokasi kejadian tidak berani mendekati tersangka. Tak lama kemudian pihak kepolisian yang mendapati informasi kejadian tersebut mendatangi lokasi dan langsung mengepung dan menangkap ketiga tersangka.

Kanit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Zainury mengatakan, rekonstruksi digelar dalam rangka melengkapi berkas perkara yang dalam waktu dekat akan diserahkan ke jaksa. Dalam rekonstruksi tersebut
ada 15 adegan yang diperagakan para tersangka.

“Rekonstruksi digelar untuk mengulangi fakta kejadian yang sebenarnya terkait tewasnya korban. Rekonstruksi sengaja digelar di Mapolda Sumsel karena ada beberapa pertimbangan yang diantaranya guna keamanan para tersangka dari amukan keluarga korban,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kejadian bentrok yang menewaskan korban terjadi, Jumat 21 September 2018 lalu. Korban tewas mengenaskan dengan luka bacokan senjata tajam dan luka tusuk di perut.

Tewasnya korban ini merupakan buntut protes terhadap pembukaan portal dan pemanenan perdana di areal perkebunan PT Lonsum yang dianggap masih sengketa oleh warga. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Api Hanguskan Rumah Bedeng di Muara Dua

Prabumulih, KoranSN Rumah bedeng dua pintu di kawasan Jalan Thampomas Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih ...

error: Content is protected !!