Berhenti Dari Abu Tours, Pimpinan Cabang Palembang Terancam Dijemput Paksa

Tampak Kantor Abu Tours Cabang Palembang di Pakjo Palembang yang kini kembali beroprasional. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, Senin (12/3/2018) mengungkapkan, hasil pemeriksaan sejumlah saksi yang telah dilakukan diketahui jika Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang, Ridwan saat ini sudah berhenti dari Abu Tour. Untuk itulah pihaknya akan melakukan upaya penjemputan paksa kepada Ridwan.

Menurutnya, upaya penjemputan paksa akan dilakukan karena Ridwan tidak mengindahkan surat panggilan penyidik Polda Sumsel.

“Ridwan ini sudah tidak lagi menjadi Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang, karena dia sudah berhenti dan kini berada di Makasaar bersama isterinya. Kami sudah dua kali layangkan surat pemanggilan, tapi Ridwan tak juga menghadiri panggilan penyidik. Dari itulah kami akan segera buatkan surat penjemputan paksa untuknya,” tegasnya.

Diungkapkannya, sedangkan untuk pimpinan Abu Tours Pusat Muhammad Hamzah Mamba, yang bersangkutan juga sudah dua kali tidak menghadiri penggilan penyidik Polda Sumsel. Akan tetapi, ketidakhadiran pimpinan Abu Tours Pusat ini karena sedang menjalani pemeriksaan di sejumlah Polda dan Polres yang juga mengusut dugaan kasus penipuan keberangkatan calon jamaah umroh.

“Dari hasil koordinasi kami, diketahui jika pimpinan Abu Tours Pusat, Muhammad Hamzah Mamba ini juga diperiksa oleh Polda Sulsel, Polda Kaltim, Polresta Malang dan Samarinda serta Bareskrim Polri. Jadi kami harus menunggu pemeriksaan tersebut selesai, atau nanti saya akan koordinasi dengan kuasa hukumnya untuk melakukan pemeriksaan di luar Polda Sumsel, misalkan saat ini Muhammad Hamzah Mamba sedang diperiksa di Kaltim maka saya akan ke sana untuk melakukan pemeriksaannya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Prostitusi Online VS

Diberitakan sebelumnya, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang. Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57), warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel telah melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. Usai digeledah, Kamis pagi (1/3/2018) Kantor Abu Tours Cabang Palembang kembali dibuka dan beroprasional. Dibukanya kantor ini karena pihak Abu Tours berjanji akan memberangkatkan para calon jamah umroh.

Baca Juga :   KPK Lakukan Penyidikan Kasus Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika

Sebelumnya Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan yang kedua kepada pimpinan Abu Tours pusat di Makassar, Muhammad Hamzah Mamba dan Kepala Cabang Abu Tour Palembang, Ridwan. Jika keduanya tidak memenuhi panggilan maka terancam dijemput paksa.

“Kalau dalam panggilan kedua ini mereka tidak hadir maka kami akan lakukan pemanggilan ketiga disertai penjemputan paksa, dan itu sudah aturannya,” jelasnya.

Masih dikatakan Suwandi, dalam dugaan kasus ini Polda Sumsel telah menemukan unsur pidana dugaan penipuan keberangkatan calon jamaah umroh yang diduga dilakukan pihak Abu Tours. Unsur pidana tersebut ditemukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta memeriksa berkas-berkas, yang talah disita dari Kantor Abu Tours Palembang.

“Jadi, kami telah menemukan unsur pidana dugaan penipuan yang diduga dilakukan Abu Tours hingga megakibatkan para calon jamaah belum diberangkatkan umroh. Unsur pindana ini kami temukan dari hasil pemeriksan saksi-saksi dan sejumlah berkas yang sebelumnya telah kami sita. Meskipun demikian, untuk tersangkanya belum ditetapkan karena penyidik harus memeriksa semua saksi dan melakukan gelar perkara dulu,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …