Berikhtiar Menghadapi Bencana Banjir di Sulteng

Semua anggota TIM SAR juga sudah pulang dari lokasi banjir di Kabupaten Tojo Una-Una dan kembali lagi ke satuan masing-masing.

Imbauan Bupati

Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata, mengimbau warganya untuk tetap waspada bencana, sebab Sigi termasuk kabupaten cukup rawan bencana banjir dan longsor.

Bahkan, bukan hanya banjir dan longsor, tetapi juga gempa bumi, karena berada pada lintasan cesar aktif Palukoro.

Pada 2018, Sigi dilanda gempa bumi dengan magnitudo 7,4 yang mengakibatkan ribuan rumah warga rusak, lahan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, jaringan irigasi, jalan dan jembatan, jaring listrik, jaringan telekomunuikasi dan perkantoran pemerintah, rumah ibadah (masjid dan gereja), sekolah, rumah sakit, puskesmas dan kantor desa banyak yang rusak.

Baca Juga :   Kemendes Kembangkan Empat Kabupaten untuk MotoGP Mandalika 2021

Ratusan orang meninggal dunia akibat peristiwa gempa bumi itu.

Pada 2019 dan 2020 bencana alam banjir dan longsor kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi seperti kecamatan Kulawi, Dolo Selatan dan Gumbasa yang juga menelan beberapa korban jiwa meninggal dunia.

Karena itu, Pemkab Sigi terus mengingatkan dan mengimbau warga, khususnya yang selama ini permukiman mereka sering dilanda bencana banjir bandang untuk ekstra waspada. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Akibat Gempa

Tulungagung, Jatim, KoranSN Puluhan rumah yang tersebar di 28 desa, 12 kecamatan, di Kabupaten Tulungagung, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.