Berikhtiar Menghadapi Bencana Banjir di Sulteng

Artinya, warga tidak boleh lengah. Saat intensitas curah hujan meningkat, masyarakat perlu waspada dan segera mengungsi jika ada tanda-tanda datangnya banjir.

Pemkab Sigi juga meminta masyarakat jangan lagi merusak hutan, sebab banjir dan tanah longsor selain dipicu karena intensitas curah hujan tinggi, juga tentu hutan sudah menurun fungsinya.

Apalagi, jika di DAS hutannya sudah gundul, maka rawan banjir saat curah hujan meningkat.

Pemkab Sigi telah mencanangkan setiap desa minimal menanam 10.000 pohon. Program ini menjadi salah satu solusi mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Baca Juga :   Diduga Dampak Virus Corona, Harga Sembako di PALI Tak Stabil

Jika hutan tetap terpelihara dengan baik,niscaya dapat mengurangi bencana alam banjir dan tanah longsor. Tetapi kalau hutan sudah gundul, maka bencana banjir dan longsor tentu tidak bisa dihindari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi bersama relawan NGO terus memberikan mitigasi bencana kepada masyarakat di beberapa wilayah rawan bencana. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Bagikan :

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Akibat Gempa

Tulungagung, Jatim, KoranSN Puluhan rumah yang tersebar di 28 desa, 12 kecamatan, di Kabupaten Tulungagung, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.