Home / Lacak / Berkas 2 Tersangka Dugaan Korupsi Lift Kantor BPKAD Palembang Tahap 1

Berkas 2 Tersangka Dugaan Korupsi Lift Kantor BPKAD Palembang Tahap 1

Tampak Kantor BPKAD Palembang. (Foto-Ferdinand/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Senin (6/8/2018) mengatakan, saat ini berkas perkara dua tersangka dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016 sudah tahap satu, yakni dilimpahkan dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diungkapkannya, adapun dua tersangka tersebut yakni; tersangka “AR” yang merupakan oknum PNS Pemkot Palembang yang ketika dugaan kasus ini terjadi menjabat sebagai Kabid Anggaran BPKAD Palembang dan juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan lift, serta tersangka “M” selaku pihak rekanan dari perusahaan swasta di Jakarta.

“Jadi, berkas perkara tersangka “AR” dan “M” saat ini sudah tahap satu dan masih diperiksa kelengkapan berkasnya oleh jaksa penuntut umum. Dari itu kita tunggu saja hasilnya, jika berkas dinyatakan lengkap barulah dilakukan tahap dua, yakni menyerahkan kedua tersangka berikut barang buktinya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Andi, dengan dilakukannya tahap satu berkas perkara kedua tersangka maka pihaknya sudah tidak lagi melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kalau pemeriksaan saksi-saksi saat ini sudah selesai, dan kini kami masih menunggu hasil pemeriksaan berkas perkara yang dilakukan oleh JPU. Kalau berkas dinilai masih kurang lengkap maka kami akan kembali melengkapi berkas perkara tersebut sesuai petunjuk JPU,” tandas Andi.

Baca Juga :   Frans Matikan CCTV Rumah Sebelum Tembak Istri dan Dua Anaknya

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini Kejari Palembang sudah menetapkan “AR” dan “M” sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama sebelum menjelaskan, dalam dugaan kasus ini adapun pagu anggaran pengadaan lift di BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dengan anggaran tersebut, seharusnya lift yang digunakan adalah lift Mitsubishi dan Sanyo. Namun pada kenyataannya, lift yang dipergunakan di Kantor BPKAD diduga lift buatan Cina sehingga terjadi dugaan kerugian negara.

“Sedangkan untuk jumlah dugaan kerugian negara yang terjadi, kalau berdasarkan penghitungan yang dilakukan jaksa penyidik jumlahnya sekitar Rp 310 juta. Namun untuk kepastiannya, kami masih menunggu penghitungan dari instansi yang berwajib,” jelasnya.

Masih dikatakan Andi, penetapan “AR” dan “M” sebagai tersangka dalam perkara ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa penyidik Kejari Palembang, yang juga dikuatkan dengan keterangan saksi ahli serta alat bukti. Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus tersebut pihaknya sudah memeriksa 22 saksi termasuk tersangka “AR” dan “M.

“Bahkan dalam memeriksa saksi tersebut, Selasa kemarin (31/7/2018) kami telah melakukan pemeriksan kepada tersangka ‘M’ selaku pihak rekanan dari perusahaan pengadaan lift tersebut. Saat pemeriksaan dilakukan, kami menyita uang Rp 200 juta yang merupakan uang dugaan kerugian negara dari tersangka ‘M’. Uang tersebut diserahkan langsung oleh ‘M’ didamping pengacaranya kepada jaksa penyidik. Selain itu, kami juga memeriksa sejumlah dokumen barang bukti darinya,” jelasnya.

Baca Juga :   Pengedar Ekstasi di Ogan Ilir Dibekuk di Rumah Makan

Lebih jauh dikatakannya, tidak menutup kemungkinan dalam dugaan kasus ini nantinya akan ada tersangka baru dari pejebat Pemkot Palembang. Sebab, hingga kini jaksa penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Dugaan korupsi lift di Kantor BPKAD Palembang ini masih terus kami usut untuk ungkap tersangka barunya, dan tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dari pejabat Pemkot Palembang, yang kedepan kami tetapkan, kita lihat saja nanti perkembangannya,” pungkas Andi.

Sebelumnya Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy saat dikonfirmasi terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dendam Pasal Pasang Tajur Ikan Motif Mutilasi Karoman di Ogan Ilir

Palembang, KoranSN Dendam lama karena keributan yang dipicu pasal mencari ikan dengan pemasangan tajur ikan …