Berkas Dugaan Kasus Korupsi Tugu Batas Kota Palembang Jilid 2 P19

Hendy Tanjung. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede Muhammad Yasin SH MH melalui Kasubsi Penuntutan Bidang Tindak Pidana Khusus, Hendy Tanjung SH MH, Minggu (9/2/2020) mengatakan, hasil penelitian kelengkapan berkas perkara dugaan korupsi proyek tugu jilid 2 yang berlokasi di Tanjung Api-api (TAA) dengan tersangka ‘K’ dan O’, kini berkasnya dinyatakan pihaknya P19 atau belum lengkap.

Menurutnya, dengan berkas perkara kedua tersangka dinyatakan belum lengkap maka dalam waktu dekat pihaknya selaku Jaksa Penuntut Umum akan mengembalikan berkas P19 tersebut kepada penyidik Tipikor Polrestabas Palembang.

“Jadi, hasil pemeriksaan berkas perkara dua tersangka proyek pembangunan tugu batas Palembang jilid 2 di Tanjung Api-api, berkasnya P19 dan nanti kita serahkan ke penyidik agar kembali melengkapinya,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dalam perkara ini untuk terdakwa ‘K’ saat itu menjabat sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Pemkot Palembang.

“Sedangkan tersangka ‘O’ merupakan kontraktor yang mengerjakan proyek tugu batas Kota Palembang yang berlokasi di Tanjung Api-api,” katanya.

Diungkapkannya, pada dugaan kasus korupsi ini, berkas perkara kedua tersangka terpisah. Sehingga ada dua berkas perkaranya.

Baca Juga :   Mahasiswi PGRI Palembang yang Tewas di Sungai Musi Diduga Loncat dari Musi IV

“Adapun modus tersangka dalam perkara ini, yakni diduga melakukan mark-up dalam proyek pembangunan tugu perbatasan Kota Palembang di Tanjung Api-api, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 700 juta,” jelasnya.

Dilanjutkan Hendy, apabila berkas perkara yang P19 nanti telah dilengkapi oleh penyidik kepolisian maka berkas perkara akan diserahkan kepada pihak untuk kembali dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas perkaranya.

“Pemeriksaan berkas perkara ini bertujuan agar berkas kedua tersangka lengkap atau P21, sehingga jika berkas nantinya telah lengkap barulah berkas kita limpahkan ke pengadilan untuk menyidangkan kedua tersangkanya,” tandasnya.

Terpisah, Kanit Pidkor Polrestabes Palembang, AKP Hamsal mengungkapkan, pihaknya memang telah menerima informasi dari kejaksaan jika berkas perkara dua tersangka dugaan kasus korupsi proyek tugu perbatasan Kota Palembang di Tanjung Api-api dinyatakan Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang P19 atau belum lengkap.

“Akan tetapi untuk berkas P19 nya belum kami terima dari kejaksaan. Baru informasi saja kalau berkas perkara tersebut dinyatakan jaksa P19,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus korupsi proyek pembangunan tugu batas di Kota Palembang tersebut, hanya terdapat dua proyek pembangunan tugu yang dilakukan penyelidikan oleh penyidik Tipikor Polrestabes Palembang. Kedua tugu batas tersebut adalah proyek tugu batas di Jakabaring dan proyek tugu batas di Tanjung Api-api.

Baca Juga :   Tersangka Baru Dugaan Korupsi Tugu Batas Kota Palembang Segera Ditetapkan

Dari kedua proyek tersebut, sebelumnya untuk perkara dugaan korupsi proyek tugu batas di Jakabaring sudah ada empat tersangka, yang kini keempatnya telah menjadi terpidana usai divonis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Adapun keempat terpidana tersebut yakni; Ahmat Thoha selaku pihak dari kontraktor, Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Pemkot Palembang, M Ichsan Pahlevi selaku kontraktor, dan Asmol Hakim selaku konsultan pengawas.

Dalam persidangan keempatnya telah divonis oleh Ketua Majelis Hakim, Kamaludin SH MH dengan hukuman pidana masing-masing 1 tahun 4 bulan penjara. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Komplotan Bobol Rumah di Sukarami Diringkus

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Sat Reskrim Polsek Sukarami meringkus tiga pelaku yang merupakan komplotan bobol …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.