Home / Headline / Berkas Penyelidikan & Berkas Hasil Penyitaan di Kantor Abu Tours Palembang Dilimpahkan ke Polda Sulsel

Berkas Penyelidikan & Berkas Hasil Penyitaan di Kantor Abu Tours Palembang Dilimpahkan ke Polda Sulsel

Tampak suasana Kantor Abu Tours Palembang usai diambil alih oleh Aliansi Mitra Agen dan Jamaah. (foto-Ferdinand Deffriyansyah/koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, berkas hasil penyelidikan dugaan kasus penipuan keberangkatan calon jamaah umroh Abu Tours yang dilakukan penyidik Polda Sumsel selama ini telah dilimpahkan ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel)

Selain itu, Polda Sumsel juga telah menyerahkan semua berkas yang telah disita dari kantor Abu Tours Palembang.

“Jadi, berkas hasil penyelidikan yang kami lakukan selama ini telah kami serahkan ke Polda Sulsel, termasuk berkas-berkas yang telah kami sita dari Kantor Abu Tours belum lama ini, semuanya sudah kami serahkan secara resmi ke Polda Sulsel,” ungkap Kapolda beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kapolda, hal tersebut dilakukan lantaran saat ini penanganan dugaan kasus tersebut ditangani sepenuhnya oleh Polda Sulsel, mengingat Kantor pusat Abu Tours berada di Makaasar.

“Karena sudah dilimpahkan ke Polda Sulsel. Jadi kami hanya bersifat membantu, apabila Polda Sulsel membutuhkan bantuan dari kami (Polda Sumsel) tentunya kami akan membantu,” terangnya.

Dijelaskan Kapolda, namun sejauh ini belum ada permintaan bantuan dari Polda Sumsel, baik untuk penyitaan aset Kantor Abu Tours Palembang serta untuk pemeriksaan saksi-saksi.

“Pelimpahan penanganan proses penyelidikan dan penyidikan dugaan kasus ini dilakukan berdasarkan arahan dari Bareskrim Polri. Untuk itulah, belum lama ini pihaknya telah menyerahkan berkas hasil penyelidikan, berkas hasil penyitaan di Kantor Abu Tours Palembang kepada Polda Sulsel,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah mengungkapkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya diketahui jika aset Abu Tours Palembang berupa kantor cabang dibeli menggunakan uang keberangkatan umroh, yang telah disetorkan para calon jamaah umroh.

Menurut Kapolda, oleh karena itulah unsur dugaan tindak pidana penipuan dalam dugaan kasus ini terpenuhi. Sementara untuk penyitaan aset Abu Tours di Palembang nantinya akan dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel. Sebab, penanganan dugaan kasus ini sudah dilimpahkan Polda Sumsel ke Polda Sulsel di Makassar.

“Jadi, dari hasil penyelidikan kami selama ini, diketahui jika aset Abu Tours di Palembang dibeli menggunakan uang calon jamaah umroh dan itu salah, kecuali aset tersebut dibeli dari keuntungan usaha tersebut. Sedangkan untuk penyitaan aset, nanti dengan sendirinya akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sulsel,” katanya.

Diungkapkan Kapolda, pelimpahan penanganan dugaan kasus ini ke Polda Sulsel dilakukan berdasarkan petunjuk dari Bareskrim Polri, hal ini dilakukan mengingat kantor pusat Abu Tours berada di Makasar. Dari itulah, berkas hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Sumsel sudah diserahkan kepada penyidik Polda Sulsel.

“Dalam dugaan kasus ini TKP (Tempat Kejadian Perkara) banyak, ada di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk itulah dari petunjuk Bareskrim Polri penanganan dugaan kasus ini ditarik di Polda Sulsel,” ungkap Kapolda.

Lanjut Kapolda, walaupun penanganan dugaan kasus ini dilakukan di Polda Sulsel namun dirinya menilai jika Pimpinan Abu Tours Cabang Palembang, Ridwan serta isteri bisa dikenakan pindana sesuai Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP tentang ikut serta melakukan tindak pidana penipuan.

“Ridwan ini kan pimpinannya di sini (Abu Tours Palembang) sementara isterinya bernama Yuli sebagai sekretaris perusahaan, keduanya kini berada di Makassar. Jadi keduanya bisa diproses hukum dan dikenakan pidana dan itu akan berjalan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Sulsel,” tegas Kapolda.

Sementara Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro menambahkan, adapun aset milik Abu Tours di Palembang yakni Kantor Cabang Abu Tours di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang dan satu unit mobil oprasional kantor.

“Untuk penyitaan aset tersebut nantinya akan dilakukan oleh penyidik Polda Sulsel. Sejauh ini penyitaan belum dilakukan dan kami dari Polda Sumsel nantinya akan mendampingi tim Polda Sulsel dalam melakukan penyitaan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Senin sore (12/2/2018) penyidik Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang. Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut, para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh, Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57), warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Polda Sumsel melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Oknum Kades Geramat Tertangkap OTT Sat Reskrim Polres Lahat

Lahat, KoranSN Oknum Kepala Desa (Kades) Geramat Kecamatan Merapi Selatan Kabupaten Lahat berinisial ‘AK’ tertangkap ...

error: Content is protected !!