Home / Lacak / Berkas Perkara Belum Lengkap, Dokter Dora Masih Mendekam di Rutan Merdeka

Berkas Perkara Belum Lengkap, Dokter Dora Masih Mendekam di Rutan Merdeka

Dokter Dora dikawal petugas Kejati Sumsel saat tiba di Lapas Perempuan di Jalan Merdeka Palembang. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tersangka dugaan korupsi di RSUD OKU Timur (OKUT), dr Dora Djunita Pohan hingga kini masih mendekam di sel tahanan Rutan Merdeka Palembang. Hal ini dikarenakan, berkas perkara tersangka belum dinyatakan lengkap (P21).

Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutadjulu mengatakan, karena berkas perkara tersangka belum lengkap maka masa penahanan dr Dora telah diperpanjang oleh jaksa Kejati Sumsel hingga 40 hari kedepan. Untuk itu hingga saat ini dr Dora masih dilakukan penahanan di Rutan Merdeka Palembang.

“Berkas perkara tersangka belum rampung, makanya masa penahanann tersangka dilakukan perpanjang hingga 40 hari kedepan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Lanjutnya, sebelum dilakukan penambahan masa penahanan, tersangka sudah dilakukan penahanan sejak Jumat 23 Maret 2018 lalu.

“Tapi saat itu masa penahanannya hanya 20 hari. Dikarenakan saat ini berkas tersangka belum lengkap makanya dilakukan kembali penambahan masa penahanannya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu sore (21/3/2018), dr Dora ditangkap tim Kejagung RI bersama Kejati Sumsel di salah satu mall di Tangerang. Lalu pada Kamis (22/3/2018) dr Dora dibawa dan diperiksa di Kejati Sumsel.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 8 jam, akhirnya Kejati Sumsel menetapkan dr Dora Djunita Pohan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi di RSUD OKU Timur. Kemudian, Jumat pagi (23/3/2018) dr Dora resmi ditahan jaksa Kejati Sumsel di Lapas Merdeka Palembang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutadjulu saat itu mengungkapkan, tersangka ditahan dalam tahap penyidikan selama 20 hari kedapan. Apabila masa penahanan habis dan berkas perkara belum rampung, maka jaksa penyidik dapat melakukan penambahan masa penahannya kembali.

“Jadi kalau sudah 20 hari berkas perkara belum selesai, tentunya kami akan menambah kembali masa penahanannya sampai berkas perkara dinyatakan lengkap,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumsel, Hari Setiyono mengatakan, dalam dugaan kasus ini anggaran yang diduga diselewengkan dr Dora merupakan anggaran untuk para dokter ahli spesialis yang dipekerjakan di RSUD OKU Timur.

“Dari hasil pemeriksaan saksi dan pemeriksaan terhadap dr Dora maka penyidik telah menetapkan tersangka kepada dr Dora dalam dugaan kasus ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, adapun modus yang dilakukan tersangka berawal saat dr Dora yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Direktur RSUD OKU Timur memperkerjakan dokter spesialis di rumah sakit dengan membayar dokter spesialis menggunakan anggaran dari Pemkab OKU Timur.

“Dalam pelaksanaannya, ternyata alokasi dana untuk para dokter spesialis di RSUD ini ada yang diterima oleh para dokter spesialis, dan juga ada yang tidak. Sehingga dari audit BPKP, Pemkab OKU Timur mengalami kerugian negara sebesar Rp 540 juta lebih,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dugaan kasus ini terjadi pada tahun 2014-2015, kemudian pada tahun 2016 dan 2017 dilakukan penyelidikan oleh Kejati Sumsel. Bahkan saat itu sudah 7 saksi yang telah diperiksa oleh jaksa penyidik.

“Akan tetapi saat penyidik memanggil dr Dora untuk diperiksa sebagai saksi, yang bersangkutan tak pernah hadir. Kemudian setelah hampir satu tahun akhirnya dr Dora diketahui berada di Tangerang, untuk itulah dilakukan pemanggilan disertai penjemputan paksa untuk dihadirkan ke jaksa penyidik,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, usai diamankan di Tangerang selanjutnya dr Dora dibawa ke Kejati Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan guna melengkapi berkas perkara.

“Saat diperiksa di Kejati, awalnya baru sebagai saksi. Setelah itu barulah dr Dora ditetapkan sebagai tersangka dan langsung diperiksa dengan status tersangka. Jadi dr Dora saat ini telah menjadi tersangka dalam dugaan korupsi di RSUD OKU Timur, hal ini dikarenakan kami menilai sudah cukup bukti menaikan perkara ini dari penyelidikan menjadi penyidikan,” tandasnya. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Pria Kenalan Facebook Perkosa Seorang Gadis di Hotel

Palembang, KoranSN Malang apa yang dialami ‘WWS’ (21), seorang gadis yang bermukim dikawasan Sematang Borang ...

error: Content is protected !!