Bermodal Struk Penarikan di ATM, Pembobol Bank Kuras Uang Ratusan Juta Milik Nasabah

Kedua tersangka (baju tahanan) saat diamankan di Polda Sumsel. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Unit II Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel berhasil menangkap dua tersangka pembobol rekening nasabah, yang dalam aksinya hanya bermodalkan struk penarikan uang yang ditemukan pelaku di mesin ATM.

Adapun kedua tersangka yang ditangkap tersebut, yakni; tersangka Aziz Kunadi (36) warga Desa Jagapura Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Jawa Tengah, dan tersangka Mujianto (34) warga Desa Penarik Muko Muko Bengkulu.

Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi, Senin (20/7/2020) mengatakan, dalam kasus ini kedua tersangka melakukan aksi bobol rekening nasabah bank dengan modus memalsukan KTP berdasarkan struk penarikan uang yang ditemukan pelaku di mesin ATM. Dimana dalam aksi tersebut, dilakukan kedua tersangka bersama pelaku Homan (DPO) dan Rohman (DPO) yang masih dalam pengejaran.

“Aksi terakhir komplotan ini yakni di salah satu bank di Indralaya Ogan Ilir. Para pelaku awalnya memalsukan KTP dan juga buku tabungan milik korbannya selaku nasabah bank. Setelah itu salah satu pelaku mendatangi bank tersebut, lalu menarik uang yang ada di tabungan korban. Akibat kejadian itu, uang Rp 116.500.000 di tabungan korban diambil pelaku,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, penangkapan tersangka Mujianto dan tersangka Aziz Kunadi merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya hingga kedua tersangka berhasil ditangkap di kediaman masing-masing. Sedangkan untuk pelaku yang DPO kini masih dalam pengejaran anggota di lapangan.

Dilanjutkannya, sedangkan untuk kedua tersangka yang telah ditangkap saat ini diamankan di Polda Sumsel, dan dalam kasus ini keduanya dijerat Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 KUHP.

Baca Juga :   Kejari Tetapkan 3 Tersangka Baru Dugaan Korupsi Pagar Makam

Sementara Kanit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Bahtiar menambahkan, dalam aksi bobol rekening nasabah bank ini adapun otak pelakunya yakni Homan (DPO) yang kini masih dalam pengejaran anggota kepolisian di lapangan.

“Pelaku Homan ini awalnya mencari struk penarikan uang di mesin-mesin ATM, kemudian Homan meminta tersangka Aziz membuat KTP dan buku tabungan yang palsu dengan menyesuaikan data dari struk penarikan uang yang ditemukan tersebut. Setelah KTP dan buku tabungan palsu dibuat maka giliran peran tersangka Mujianto yang mendatangi bank melakukan penarikan uang dari tabungan korban,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya diketahui jika para pelaku merupakan komplotan lintas provinsi. Sebab aksi pelaku bukan hanya dilakukan di salah satu bank di Ogan Ilir saja, melainkan juga di bank yang ada di Lampung dan Sultra.

“Adapun rincian uang nasabah bank yang telah dibobol para pelaku terdiri dari, untuk di salah satu bank di Ogan Ilir para pelaku berhasil menguras uang tabungan korban sebanyak Rp 116.500.000. Kemudian untuk di salah satu bank di Lampung para pelaku membobol tabungan korban dengan jumlah uang Rp 70.000.000. Selanjutnya, untuk untuk di salah satu bank di Sultra, pelaku membobol uang nasabah bank sebanyak Rp 120.000.000,” paparnya.

Sedangkan tersangka Aziz Kunadi mengungkapkan, dirinya terlibat dalam kasus ini dikarenakan telah membuatkan KTP dan buku tabungan palsu atas permintaan pelaku Homan dan juga pelaku Rohman yang keduanya belum ditangkap.

Baca Juga :   Masalah Bagi Hasil Lahan Parkir di Jakabaring, Jukir Tewas Usai Disiram Cuka Para & Ditikam

“Saya sebenarnya hanya mengenal Homan, kalau Rohman itu teman dia (Homan). Dalam kasus ini, awalnya Homan menemui saya dan minta tolong dibuatkan KTP dan buku tabungan palsu, karena itulah lantas saya membuatkannya. Adapun alat yang saya gunakan dalam melakukan pemalsuan tersebut, yaitu; laptop, printer, kertas cetak, plastik stiker dan platik keras menyerupai KTP. Saya mau melakukan semua itu karena diberi uang tapi jumlahnya tidak banyak, dan uang itu sudah habis saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” terangnya.

Di lokasi yang sama, tersangka Mujianto juga mengaku jika otak dalam kasus bobol rekening nasabah bank yakni pelaku Homan. Sebab dirinya hanya menjalankan peran berdasarkan perintah dari Homan, yang selalu berkomunikasi melalui handphone disaat melancarkan aksi bobol rekening nasabah bank.

“Saya awalnya kenal Homan di facebook, setelah lama kenalan di media sosial barulah kami bertemu. Dan saat bertemu itulah Homan mengajak membobol rekening bank. Adapun peran saya, yakni hanya bertugas mendatangi bank kemudian meminta petugas bank membuatkan buku dan
rekening tabungan baru atas nama KTP palsu yang saya bawa. Setelah itu, saya menyerahkannya ke Homan karena dia yang mengatur semuanya. Jadi, saya tidak tahu persis bagaimana Homan menguras semua uang di tabungan milik korban,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ahmad Tewas di Atas Tiang Listrik

Palembang, KoranSN Ahmad Sobri (70), warga Jalan Abi Kusno Cs Lorong Anggrek Kelurahan Kemang Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.