Bertambah 63, Covid-19 di Sumsel Capai 521 Kasus

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, Minggu (17/5) mengatakan, saat ini terdapat penambahan 63 kasus positif Covid-19 di Sumsel, yang terdiri dari; 47 warga Palembang, 14 warga Ogan Ilir (OI), dan dua warga OKI.

Menurut Yusri, dengan adanya penambahan kasus tersebut maka jumlah Covid-19 di Sumsel yang tadinya 458 kasus kini totalnya mencapai  521 kasus.

“Jadi, perkembangan Covid-19 di Sumsel pertanggal 17 Mei 2020 terdapat penambahan kasus positif virus corona sebanyak 63 kasus yang semuanya terpapar transmisi lokal. Dari jumlah tersebut, Kota Palembang yang terbanyak, yakni berjumlah 43 kasus. Sedangkan Ogan Ilir 14, dan OKI dua kasus,” katanya

Diungkapkan Yusri, 521 kasus positif Covid-19 di Sumsel merupakan angka secara keseluruhan. Dimana dari jumlah itu juga terdapat pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan sembuh dan pasien yang meninggal dunia.

Baca Juga :   Izin Pilot Water Bombing Habis, BPBD Sumsel Belum Pastikan Kapan Selesai Perpanjangannya

“Angka 521 merupakan kasus positif Covid-19 dari sejak awal terjadi di Sumsel hingga saat ini. Meningkatnya jumlah kasus positif ini merupakan hasil tracking Tim Gugus Tugas terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien yang lebih dulu telah dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Yusri, para pasien positif Covid-19 di Sumsel semuanya terdiri dari keluarga dan tenaga kesehatan yang merawat pasien di rumah sakit.

“Hal ini dikarenakan orang yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, yakni pihak keluarga dan tenaga medis. Dari itulah penularan virus corona di Sumsel sejauh ini masih di sekitaran keluarga dan tenaga kesehatan saja,” ujarnya.

Dilanjutkan Yusri, dengan adanya sejumlah tenaga kesehatan di rumah sakit di Kota Palembang yang dinyatakan positif Covid-19 maka dirinya tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut jika hendak berobat ke rumah sakit.

Baca Juga :   Herman Deru Berharap Kabut Asap Segera Berlalu

“Kami sampaikan ini agar warga yang sakit tidak takut kalau mau berobat ke rumah sakit. Sebab, para tenaga medis yang positif Covid-19 sejak awal sudah distop bekerja untuk dilakukan perawatan dan diisolasi di rumah sakit maupun di Wisma Atlet Jakabaring Palembang. Dan memang para tenaga medis yang positif ini, kebanyakan berketagori orang tanpa gejala (OTG) sehingga mereka lebih banya disolasi di Wisma Atlet Jakabaring,” tandas Yusri. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Direktur Intelkam Polda Sumsel Ajak Kaum Milenial Berperan Menangkal Radikalisme

Palembang, KoranSN Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro SIK MSi, Sabtu (10/4/2021) pukul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.