BI Dorong Kopi Sumsel Go Internasional

Yunita Resmi Sari, Kepala Perwakilan BI Sumsel, Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Nugroho Joko Prastowo, Kepala Divisi Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI saat paparan Capacity Building, Rabu (17/6/2019). (foto-soimah/koransn)

Bali, KoranSN

Dalam upaya mewujudkan Sumsel sebagai penghasil kopi terbesar di Indonesia, berbagai hal dilakukan Bank Indonesia agar kopi Sumsel bisa Go Internasional. Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari dalam acara Capacity Building di Hard Rock Cafe Hotel Bali, Rabu (19/6/2019).

Upaya yang dilakukan dijelaskanya, diantaranya membentuk gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada di lima wilayah penghasilan kopi terbesar di Sumsel yaitu di Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Kota Pagaralam, Muara Enim dan OKU Selatan.

“Kita memberikan pelatihan kepada para petani kopi dan memberikan bantuan mesin kepada para petani agar produksi kopi berkualitas sehingga memiliki nilai jual tinggi dan bisa di ekspor ke luar negeri, “ujarnya

Baca Juga :   Hindari Penipuan, Guru Dapat Pemahaman OJK

Dikatakannya, BI Provinsi Sumsel juga mendirikan Rumah Kopi Sumsel untuk memajukan kopi yang ada di Sumsel. Terutama untuk memotivasi seluruh petani kopi yang ada di Sumsel. Rumah Kopi Sumsel diharapkan dapat menjadi showcase bagi kopi Sumsel agar lebih dikenal dan menjadi akses bagi perdagangan kopi Sumsel untuk pembeli domestik maupun internasional.

Sementara itu Pembuatan virtual office “Kantor Bersama Ekspor” dikatakannya, dilatarbelakangi oleh keinginan bersama untuk mendorong ekspor dan di sisi lain disadari masih terbatasnya informasi masyarakat tentang kegiatan ekspor. Dengan adanya Kantor Bersama Ekspor ini diharapkan dapat difasilitasi informasi dan konsultasi terkait produk potensial ekspor, proses ekspor dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan oleh UMKM calon eksportir di Sumatera Selatan, serta informasi pembiayaan dan penjaminan yang pada akhirnya akan ikut mendorong nilai ekspor Indonesia.

“Jadi di sini kita perlu kerjasama berkesinambungan dalam mempromosikan kopi Sumsel dengan instansi pemerintah dan swasta untuk memajukan kopi ini di pasaran nasional dan internasional. Untuk ekspor akan dibantu oleh bea cukai ekspor yang akan mempermudah pengusaha atau petani kopi dan tujuannya adalah untuk memajukan perekonomian Sumsel melalui UMKM yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :   Volume Penumpang Bandara Radin Inten II Berangsur Naik

Sementara itu dijelaskanya, terkait dengan acara ‘Capacity Building” yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sumsel dengan mengajak sekitar 27 wartawan ekonomi dan bisnis Sumsel dari tanggal 19-22 Juni merupakan salah satu bentuk sinergi dengan media-media di Sumsel untuk menyatukan pemahaman arah kebijakan perekonomian.

Sedangkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan, Bank Indonesia memiliki tugas untuk melakukan pertemuan rutin dan selalu diminta masukan oleh pemerintah sebagai acuan pembangunan daerah. Saat ini ada 12 survey yang dilakukan diantaranya survey prilaku wisatawan manca negara.

“Rata-rata wisatawan manca negara menggeluhkan kemacetan, sampah dan atraksi-atraksi yang diadakan, “ujarnya.
(ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemberian BLT UMKM Diperpanjang Hingga Akhir November 2020

Depok, KoranSN Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para pelaku Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.