Bidik Tersangka, Siap-siap Kejati Segera Periksa Saksi Dugaan Korupsi Proyek Jalan Pelabuhan Indralaya

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel Zet Tadung Allo didampingi Kasi Penkum Khaidirman, Kasi Penyidikan Pidsus Hendri Yanto, dan Kasubsi Humas Fadli Habibi saat memberikan keterangan pers di Kejati Sumsel. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Siap-siap sejumlah saksi akan segera diperiksa Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel, terkait dugaan kasus korupsi proyek Jalan Pelabuhan Dalam Indralaya tahun 2017 yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 3,2 miliar.

Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Minggu (20/9/2020) membenarkan jika dalam waktu dekat pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi dalam dugaan kasus tersebut.

“Segera kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam dugaan kasus korupsi proyek Jalan Pelabuhan Dalam Indralaya tahun 2017 ini,” katanya.

Menurutnya, pemeriksaan saksi-saksi tersebut akan dilakukan setelah pihaknya melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR Ogan Ilir pada Kamis kemarin (17/9/2020).

“Tindaklanjut dari penggeledahan maka langkah kita, yakni akan memeriksa saksi-saksi tersebut,” ujarnya.

Disingung siapa dan dari mana saja saksi-saksi yang akan diperiksa? Hendri Yanto enggan berkomentar. Namun ditegaskannya jika pemeriksaan saksi-saksi bertujuan untuk mencari tersangka dalam dugaan kasus tersebut.

Baca Juga :   Ketua Waria Palembang yang Tewas di Rusun Terluka Gorokan Senjata Tajam

“Untuk tersangkanya kan belum ditetapkan. Dari itulah kami akan memeriksa saksi-saksi lebih dulu,” tandas Hendri Yanto.

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel Zet Tadung Allo didampingi Kasi Penkum Khaidirman saat memberikan keterangan pers di Kejati Sumsel, Jumat (18/9/2020) mengungkapkan, pasca penggeledahan Kantor Dinas PUPR Ogan Ilir kini pihaknya sedang membidik tersangka yang akan ditetapkan dalam perkara tersebut.

“Untuk tersangka yang akan ditetapkan sudah ada dipikiran kami semua. Sekarang Jaksa Penyidik sedang melakukan analisa untuk menetapkan tersangkanya,” tegas Aspidsus Zet Tadung Allo.

Menurutnya, terkait penggeledahan yang telah dilakukan di Kantor Dinas PUPR Ogan Ilir pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen.

“Sebenarnya ada dua lokasi yang digeledah, yakni di Dinas PUPR dan di Kantor BPKAD Ogan Ilir. Namun untuk penggeledahan di BPKAD kita gagal melakukannya, karena ada penolakan dari kepala dinasnya. Sebenarnya penolakan ini masuk dalam pidana menghalangi proses penyidikan, namun kami tidak mengharapkan itu. Sebab kami fokus pada perkara dugaan kasus korupsi Jalan Pelabuhan Dalam Indralaya tahun 2017 ini saja,” paparnya.

Baca Juga :   Lagi, 1 Perampok Mobil Bermodus Mengaku Anggota Polisi Diringkus

Lebih jauh dikatakannya, apalagi dalam perkara ini audit kerugian negaranya sudah keluar, yakni sebesar Rp 3,2 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp 18 miliar.

“Adapun modus operandi dalam perkara ini hingga menimbulkan kerugian negara, yakni mengurangi volume pekerjaan dan juga ada pelanggaran ketentuan kontrak kerja kontraktor karena diduga tidak sesuai dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penyidik Kejati Sumsel, Kamis (17/9/2020) telah melakukan penggeledah Kantor Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir terkait dugaan kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Pelabuhan Dalam Indralaya tahun 2017. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Tarzan Tewas dengan Tiga Luka Tusukan di Dada dan Rusuk

Empat Lawang, KoranSN Keributan antar pemuda terjadi di Desa Martapura Sikap Dalam Empat Lawang, Senin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.