BNN Lubuklinggau Bekuk Bandar Narkoba Lintas Provinsi

Ilustrasi (Foto-Net)

Lubuklinggau, KoranSN

Risa Sartrawan (39), yang merupakan bandar sekaligus kurir narkoba lintas provinsi, Sabtu(15/1/2018) pukul 19.00 WIB ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau.

Tersangka dibekuk saat kendaraanya mengisi bahan bakar di salah satu SPBU yang berada di Jalan Garuda Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau.

Selain membekuk tersangka, petugas juga mengamankan dua unit ponsel, sepaket narkoba jenis sabu dengan berat 12,5 gram, 12 butir ekstasi dan satu unit kendaraan roda empat.

Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didamping Kasi Pemberantasan AKP Sukiman mengatakan, ditangkapnya tersangka Risa Sartrawan bermula ketika mendapat informasi pengaduan masyarakat. Mendapatkan informasi sangat berharga tersebut, anggota langsung melalukan penyelidikan dan berhasil membekuk tersangka .

“Informasinya dia akan melintas menggunakan mobil hitam bersama dengan temannya dan membawa narkoba. Kemudian anggota langsung melakukan penyelidikan dan menemukan mobil yang dicurigai sedang mengisi bahan bakar di SPBU,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga :   Diduga Terbakar Api Cemburu, Pacar Sekap dan Siksa Kekasih

“Saat diinterogasi Risa mengaku sabu dan ekstasi tersebut di perolehnya dari seseorang berinisial ‘AJ’ yang sekarang sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Edy.

Kepada petugas tersangka juga mengaku, sabu yang dibelinya dari Lubuklinggau tersebut akan diedarkan di wilayah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Untuk itu kedepan pihaknya akan lebih intens melakukan razia dan pengawasan jalur lintas tersebut.

“Kemudian untuk pasal yang akan dikenakan yankni Pasal 114 KUHP dan 112 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara,” katanya.

Sementara tersangka yang tinggal di Jalan Manau IX, Kecamatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu ini mengakui perbuatannya.

Bahkan ia mengatakan, sengaja datang ke Kota Lubuklinggau untuk membeli narkoba, dikarenakan stok barang haram di wilayah Bengkulu sedang kosong.

Baca Juga :   Yansa Aniaya dan Ancam Bunuh Ibu Kandung

“Selama ini dapat barang dari ‘KR’, seorang narapidana di Bengkulu yang sudah dipindahkan ke Nusa Kambangan. Karena stok kosong akhirnya cari ke Linggau karena harganya lebih murah,” ungkapnya.

Tersangka juga mengaku sabu seberat 12, 5 gram dan 12 butir ekstasi itu, ia beli seharga Rp 20 juta. Apabila terjual semua maka dirinya akan mendapat keuntungan sebesar Rp1,5 juta. “Baru pertama kalinya Pak,” kilahnya. (rif)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil 14 Saksi Kasus Suap Pengaturan Proyek Pemkab Indramayu

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/11/2020) memanggil 14 saksi dalam penyidikan kasus suap …