BNN Prabumulih Gagalkan Peredaran Sabu Senilai Rp 100 Juta

Kepala BNN Prabumulih saat menggelar ungkap kasus narkoba. (foto-andi fatra/koransn.com)

Prabumulih, KoranSN

Jaringan kurir narkoba Palembang-Prabumulih berhasil dibongkar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih. Dari operasi tangkap tangan tersebut diamankan narkoba jenis sabu seberat 77,17 gram dan 9 paket sabu siap edar senilai Rp 100 juta.

Selain mengamankan narkoba, petugas BNNK Prabumulih juga turut mengamankan Amri (32), yang merupakan kurir narkoba. Sedangkan sang bandar ‘IS’ berhasil kabur dan kini masuk DPO BNNK Prabumulih.

Tersangka Amri sendiri ditangkap, Jumat (26/10/2018) di Jalan Krakatau Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala BNN Kota Prabumulih, Drs Ibnu Mundzakir mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di kawasan Jalan Krakatau Kelurahan Gunung lbul sedang ada transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Menindaklanjuti informasi itu, Tim Pemberantasan BNNK Prabumulih langsung melakukan pengintaian terhadap rumah yang dicurigai tersebut. Cukup lama dilakukan pengintaian, sekitar pukul 17.00 WIB datanglah sebuah mobil memasuki garasi rumah yang ada di lokasi. Tak lama kemudian keluarlah dua orang laki-laki dan langsung masuk ke dalam rumah tersebut.

“Seorang Iaki-laki langsung keluar rumah menggunakan sepeda motor pergi dari rumah. Kemudian keluar lagi seorang laki-laki meninggalkan rumah tersebut, tanpa membuang waktu lama tim langsung melakukan penggerebekan atau upaya penangkapan terhadap laki-laki yang keluar terakhir,” ungkap Kepala BNNK Prabumulih saat gelar ungkap kasus, Senin (29/10/2018).

Baca Juga :   Dugaan Korupsi Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam Timbulkan Kerugian Negara Rp 5,4 Miliar

Masih kata Ibnu Mundzakir, saat penangkapan tersangka, anggota BNN memanggil RW setempat sebagai saksi penggeledahan rumah tersebut. Hasil penggeledahan, didapati barang bukti sabu di dalam kamar tidur sebanyak 1 paket besar dengan berat brutto 77,17 gram. Sabu ini ditemukan di dalam kotak kacamata di kamar tersebut.

“Sabu sebanyak 77,17 gram kalau dirupiahkan Rp 96.000.000 dan 9 paket yang siap diedarkan dan ini kalau dirupiahkan Rp 6.000.000. Jadi total kalau dirupiahkan mencapai Rp 100 juta. Adapun barang bukti lain yakni satu alat hisab, HP, satu lembar uang dolar pecahan 1 RM, dan dua lembar uang dolar Malaysia pecahan 1 RM, serta satu ATM dengan saldo berisi sebesar Rp 324.000,” katanya.

Untuk tersangka Amri lanjut Ibnu Mundzakir, akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) dengan ancaman pidana 5 tahun hingga 14 tahun penjara.

Baca Juga :   KPK Panggil Direktur PT HTK Taufik Agustono Sebagai Tersangka

“Pelaku merupakan jaringan Palembang. Saat ini bandarnya masih kita kejar. Pelaku Amri ini sudah empat kali mengantarkan sabu-sabu untuk diedarkan di Prabumulih,” terangnya.

Ditambahkannyam jika pihaknya terus mengembangkan kasus ini dan sasaran BNN yakni bandar besar berinisial ‘E’.

“Pelaku ‘E’ (DPO) ini ciri-ciri nya sudah kita ketahui, masih dalam pengintaian. Sedangkan selama tahun 2018 ini, kita sudah menangkap pemakai dan pengedar jenis narkoba sebanyak 20 pelaku,” jelasnya.

Sementara tersangka Amri mengaku, jika dirinya hanya dipinta oleh ‘IS’ (DPO) untuk mengemudikan mobil.

“Diupah Rp 200 ribu untuk bawa mobil ke Palembang. Di sana ‘IS’ bawa sabu untuk diedarkan di Prabumulih. Sudah empat kali saya ikut ngantar sabu-sabu ke Prabumulih. Selain dikasih uang, juga dapat makai sabu gratis,” tandasnya. (and)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polri Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung

Jakarta, KoranSN Tim penyidik gabungan Polri menetapkan delapan orang tersangka, dalam kasus kebakaran Gedung Utama …