Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / BNN Sumsel Gagalkan 162 Kg Sabu Masuk Sumsel

BNN Sumsel Gagalkan 162 Kg Sabu Masuk Sumsel

Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Jhon Turman memimpin press rilis akhir tahun 2019 di kantor BNNP Sumsel Jalan Gubernur HA Bastari, kawasan OPI, Kota Palembang, Senin (30/12/2019). (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Sepanjang tahun 2019, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel berhasil mengagalkan sejumlah kasus penyelundupan Narkoba jenis sabu yang masuk ke wilayah Sumsel. Adapun total barang bukti yang berhasil disita dari pengungkapan kasus selama satu tahun tersebut, yakni 162 Kg lebih sabu.

Demikian dikatakan Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan saat menggelar press release akhir tahun 2019, Senin (30/12/2019).

Dijelaskannya, barang bukti 162 Kg lebih sabu tersebut diamankan dari 92 tersangka yang ditangkap dalam kasus dan lokasi yang berbeda di sepanjang tahun 2019.

“Jika jumlah barang bukti dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tentunya terjadi peningkatan. Dimana kalau tahun 2019 ini kita mengamankan 162 Kg lebih sabu, sedangkan tahun 2018 lalu barang bukti sabu yang diamankan hanya berjumlah 32 Kg,” terangnya.

Baca Juga :   RS Siloam Kejar Akreditasi B

Lebih jauh dikatakannya, selain Narkoba jenis sabu pihaknya juga mengamankan ribuan butir ekstasi dalam pengungkapan kasus sepanjang tahun 2019.

“Kalau untuk ektasi, jumlahnya yang kami amankan yakni 63.268 butir. Namun jumlah tersebut belum ditambahkan dengan pengungkapan kasus yang baru kami ungkap, yakni penemuan 4.982 butir ekstasi yang ditemukan di sebuah mobil jenis minibus di halaman parkir salah satu minimarket di kawasan Km 10 pada Rabu 25 Desember 2019. Nah, karena kita hanya menemukan ekstasinya saja, maka untuk tersangkanya saat ini masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, masih banyaknya penyelundupan Narkoba baik jenis sabu maupun ekstasi ke wilayah Sumsel dikarenakan hingga kini masih banyak warga yang menjadi pengguna Narkoba.

“Jadi, karena demand atau permintaan penggunanya masih banyak makanya supply Nakroba terus masuk ke wilayah Sumsel. Apalagi saat ini di Sumsel ada budaya orgen tunggal remix yang digelar warga setiap ada acara pernikahan ataupun khitanan. Nah, hiburan orgen tunggal ini sangat rawan dijadikan tempat menggunakan Narkoba. Dari itulah kita menghimbau dan mengajak semua lapisan masyarakat agar tidak menjadikan hiburan orgen tunggal ini sebagai tempat menggunakan Narkoba. Mari bersama-sama kita perangi dan jauhi Narkoba agar kedepan tidak ada lagi Narkoba masuk ke Sumsel,” harapnya.

Baca Juga :   Diduga Akibat Api Tungku Kayu, Rumah di Panca Usaha Terbakar

Dilanjutkannya, berdasarkan hasil penyelidikan pengungkapan kasus yang selama ini dilakukan pihaknya diketahui jika barang bukti Narkoba jenis sabu maupun ekstasi yang masuk ke Sumsel, semuanya berasal dari Malaysia dan China, yang diselundupkan melalui jalur laut ke Pulau Sumatera.

“Dalam penyelundupan tersebut Narkoba ini awalnya masuk ke pesisir laut terpincil di kawasan Aceh maupun Medan. Setelah itu barulah Narkoba diselundupkan ke wilayah Sumsel. Dengan masih maraknya kasus-kasus Narkoba, tentunya kedepan kami tetap melakukan pemberantasan, bahkan kami akan memberikan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Sindikat Penjualan Bayi di Palembang Diringkus

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Sat Reskrim Polrestabes Palembang, Senin (20/1/2020) berhasil mengungkap sindikat penjualan bayi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat