Home / Kesehatan / Bolak-balik Kencing di Tengah Malam, Waspada Gejala Penyakit Berbahaya

Bolak-balik Kencing di Tengah Malam, Waspada Gejala Penyakit Berbahaya


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Ilustrasi. (foto-net)

PERGI ke kamar mandi saat tengah malam, mungkin adalah suatu hal yang biasa bagi sebagian orang. Tapi sebaiknya waspada, karena bisa jadi salah satu gejala dari penyakit berbahaya.

Seperti dilansir dari Medical News Today, sebuah studi baru yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari ini disebut nocturia. Hal itu dikaitkan dengan hipertensi dan asupan garam yang tinggi.?

Nocturia sendiri ialah suatu kondisi di mana orang bangun di malam hari karena mereka perlu buang air kecil. Penyebab umum sering pergi ke toilet di malam hari karena asupan cairan yang tinggi, gangguan tidur, dan obstruksi kandung kemih.

Orang-orang tanpa nocturia dapat tidur hingga 8 jam tanpa harus buang air kecil Tetapi beberapa mungkin perlu bangun sekali pada malam hari untuk buang air kecil. Itu dianggap normal jika hanya satu kali. Individu dengan nocturia dapat bangun 2-6 kali pada malam hari.

Baca Juga :   Resolusi 2018: Turunkan Berat Badan dengan Sayur

Nocturia dapat menjadi tanda kondisi kesehatan lainnya, termasuk prolaps kandung kemih, tumor kandung kemih atau prostat, dan gangguan lain. Wanita hamil dan penderita gagal jantung atau hati dan diabetes juga mungkin mengalami nocturia.

Seiring bertambahnya usia, tubuh kita menghasilkan lebih sedikit hormon antidiuretik yang memungkinkan kita untuk menahan cairan. Ini menyebabkan produksi urine lebih banyak pada malam hari. Orang dewasa yang lebih tua juga cenderung kehilangan kapasitas menahan dan lebih cenderung memiliki masalah medis yang berdampak pada kandung kemih.

Baca Juga :   Mengungkap Mitos dan Fakta Teh Hijau

Menurut jajak pendapat tahun 2003 dari National Sleep Foundation, sekitar dua per tiga responden, yang berusia antara 55 dan 84, melaporkan bahwa mereka mengalami nocturia setidaknya beberapa malam per minggu.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa asupan garam berlebihan setiap hari dan hipertensi memiliki dampak negatif pada nocturia. Di Jepang, orang-orang pada umumnya mengonsumsi lebih banyak garam daripada di negara-negara Barat. Karena alasan ini, populasi Jepang mungkin berisiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi.

Meskipun orang-orang di negara lain cenderung memiliki kebiasaan makan yang berbeda dalam hal garam, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol yang tepat terhadap asupan garam dan tekanan darah mungkin penting untuk pengobatan nokturia, terlepas dari kebangsaan. (viva.co.id)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Hati-hati, Ibu Hamil Sering Kerja Malam Berisiko Keguguran

TUNTUTAN pekerjaan, kadang mengharuskan seorang untuk bekerja malam, tak terkecuali wanita hamil. Namun, sebuah studi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.