Home / Kota Musi / Bolos Sekolah Main Game Online, Puluhan Siswa Terjaring Razia

Bolos Sekolah Main Game Online, Puluhan Siswa Terjaring Razia

Beberapa pelajar saat diamankan pihak Satpol PP Provinsi Sumsel lantaran bolos sekolah untuk bermain game online. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, koranSN

Puluhan siswa bolos sekolah pada jam belajar untuk bermain game online di warung internet (Warnet), Kamis (22/2/2018) terjaring razia pihak Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Sat Intel Wasdin Sat Pol PP, Iwan Herianto selaku pimpinan razia menuturkan, pihakanya berhasil menjaring puluhan siswa SMA, SMK, SMP, bahkan ada juga pelajar SD yang ikut diamankan. Para siswa ini ditangkap
saat sedang asik bermain game online di warnet yang berada di kawasan Sekip dan Puncak Sekuning.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna melaksanakan Peraturan atau Instruksi Gubernur (Pergub) Sumsel Nomor: 420/01653/smk.2/Disdik.ss/2018, serta menegakankan Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang ketentraman, ketertiban umum dan tentang perlindungan masyarakat.

“Pembinaan ini untuk mendidik dan membina adik-adik yang merupakan calon penerus bangsa. Semuanya akan dikembalikan ke sekolah, tetapi terlebih dahulu harus membuat perjanjian,” ungkap Iwan.

Sementara ‘AD’ salah satu siswa SMA yang ikut diamankan saat razia mengaku, awalnya ia ke warnet hanya untuk sekedar mencetak foto dan berencana langsung balik ke sekolah.

“Mau cetak foto untuk keperluan sekolah. Tapi teman-teman mengajak saya untuk bolos sekolah, terpaksa saya ikut, bahkan sudah sempat membeli paket game online selama 6 jam,” kata Abdi.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Zulkifri menuturkan, apa yang dilakukan oleh para siswa yang bolos memang salah dan sangat merugikan bagi para siswa tersebut.

Untuk itu, ia meminta kepada siswa yang tertangkap untuk berani bertanggungjawab.

“Kalau salah akuilah salah dan apapun bentuknya harus dipertanggung jawabkan. Kami tidak berhak memberi hukuman, biarlah pihak sekolah yang memberikan sanksi tersebut, dari sini biasanya siswa tersebut hanya diberikan peringatan pertama. Untuk ketentuan sanksi lebih lanjut kembali ke sekolah masing-masing,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebelumnya Dinas Pendidikan telah menyampaikan surat edaran kepada seluruh sekolah SMA dan SMK agar para siswa tidak boleh mendekati tempat terlarang, dan meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru dan kepala sekolah.

“Kita tidak bisa melarang para siswa jika memiliki kegiatan di luar sekolah. Bisa saja orang tuanya sakit. Namun, harus seizin guru dan kepala sekolah. Kalau ia keluar seperti sekarang, tanpa izin maka sekolah dapat memberikan sanksi yang sifatnya pembinaan,” tandasnya. (rgn)

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Kadispenad: “Netralitas TNI AD Jangan Diragukan, Melanggar Ditindak Tegas

Palembang, KoranSN Kadispenad, Brigjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh menegaskan, dalam perhelatan Pilkada Serentak 2108 ...

error: Content is protected !!