Home / Lacak / Bos Travel Umroh Raup Rp 20 Miliar dari Menipu 1000 Calon Jamaah Umroh & Haji di Sumsel

Bos Travel Umroh Raup Rp 20 Miliar dari Menipu 1000 Calon Jamaah Umroh & Haji di Sumsel

Tersangka Rita dihadirkan dalam gelar ungkap kasus di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tersangka Faorita alias Rita (47), yang merupakan Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya meraup uang Rp 20 miliar dari 1000 calon jamaah umroh dan haji di Sumsel yang menjadi korban penipuannya. Demikian dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suryanto, Kamis (21/6/2018) di Mapolda Sumsel.

“Ada 1000 calon jamaah umroh dan haji di Palembang dan juga di Sumsel yang menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji tahun 2018-2019 kepada tersangka dengan jumlah kerugian para korban mencapai Rp 20 miliar. Dari para korban tersebut, untuk keberangkat calon jamaah umroh yang dijanjikan tersangka berangkat pada bulan April 2018 sampai kini tidak kunjung diberangkatkan. Bahkan usai tersangka dilaporan korbannya ke Polda Sumsel, tersangka malahan menghilang dan kabur ke Jabar,” ungkapnya.

Diungkapkannya, adapun modus tersangka dalam melancarkan aksi penipuan yakni menjanjikan para korbannya berangkat umroh dan haji dengan biaya murah yakni, kisaran Rp 12 juta hingga Rp 18 juta perorang.

“Padahal, biaya normal untuk berangkat umroh saja yang dikeluarkan oleh pemerintah, perorangnya mencapai Rp 22 juta. Nah, harga murah yang dijanjikan tersangka ini hanyalah modus saja, sebab setelah semua uang korban terkumpul selanjutnya digunakan tersangka untuk keperluan pribadi diantaranya; membeli kios, ruko dan juga mobil,” jelasnya.

Lanjutnya, tersangka Rita ditangkap di Jabar. Dari penangkapan tersangka pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti yakni; ratusan lembar mata uang Arab, Amerika dan Singapura, kemudian buku rekening serta enam E-KTP palsu yang digunakan tersangka untuk membuka rekening dibank.

“Selain telah menangkap tersangka, kami juga telah berkoordinasi dengan Kementrian Agama terkait oprasional PT Hasanah Barokah Sriwijaya milik tersangka, hasilnya diketahui jika perusahaan tersebut tidak memiliki izin,” tutupnya.

Sedangkan tersangka Faorita alias Rita mengatakan, PT Hasanah Barokah Sriwijaya miliknya didirikan pada tahun 2012. Semenjak awal berdiri perusahaan tersebut hingga dugaan kasus ini terjadi, sudah 2000 calon jamaah mendaftarkan dan menyetorkan uang keberangkatan umroh dan haji.

“Dari 2000 jamaah tersebut, 1000 orang sudah diberangkatkan dan sekarang tinggal 1000 calon jamaah lagi yang belum diberangkatkan. Ini diarenakan adanya kesalahan dari management perusahaan yang saya pimpin sehingga saat ini saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi,” ungkapnya.

Masih dikatakan tersangka, ia melarikan diri ke Jabar dari Palembang karena binggung tidak dapat memberangkatan para calon jamaah yang dijanjikannya berangkat pada tahun 2018 dan tahun 2019.

“Selain itu saya juga masih ada anak kecil yang masih sekolah di sana, makanya saya pindah ke Jabar,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (20/6/2018) menangkap Faorita alias Rita selaku Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya di Jawa Barat (Jabar). (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Abu Daud Terduga Teroris di Banyuasin Ternyata Residivis Kasus Pembunuhan

Palembang, KoranSN Tujuh terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Banyuasin dan Palembang, ...

error: Content is protected !!